Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • PESTLE Analysis adalah: Mengenal Lebih Dalam dan Contohnya

    PESTLE Analysis adalah: Mengenal Lebih Dalam dan Contohnya

    PESTLE analysis digunakan untuk mengevaluasi lingkungan eksternal bisnis.

    Sebelum mengimplementasikan strategi atau taktik yang diinginkan, analisis mendalam tentang kondisi perusahaan perlu dilakukan, termasuk memahami situasi yang terjadi di lingkungan makro (macro-environment changes). Agar dapat mencapai hal tersebut, analisis PESTLE atau PESTLE analysis bisa menjadi pilihan. Memahami dan melakukan PESTLE analysis dapat membantumu untuk menetapkan strategi bisnis. Analisis ini memungkinkanmu untuk mengatasi berbagai keadaan sosial yang memengaruhi operasi bisnis. Akan tetapi, sebenarnya apa yang dimaksud dengan PESTLE analysis? Apa tujuan dan manfaat PESTLE analysis? Bagaimana contoh analisis PESTLE? Adakah perbedaan antara PEST dan PESTLE analysis?

    Langsung saja, temukan jawaban dari berbagai pertanyaan seputar PESTLE analysis melalui artikel ini.

    Apa Itu PESTLE Analysis?

    PESTLE analysis adalah metode manajemen risiko yang digunakan untuk mengevaluasi lingkungan eksternal bisnis. Analisis ini dilakukan dengan memecah peluang dan risiko menjadi berbagai faktor berikut ini:

    1. Politic Factor (Faktor Politik)

    Faktor pertama yang dievaluasi melalui PESTLE analysis adalah faktor politik. Faktor ini mengevaluasi sejauh mana kebijakan pemerintah dan pemerintah memberikan dampak untuk perusahaan dan brand. Menurut Oxford College of Marketing, analisis ini mencakup kebijakan politik dan stabilitas, serta kebijakan perdagangan, fiskal, dan perpajakan.

    2. Economic Factor (Faktor Ekonomi)

    Dikutip dari Smart Insight, lingkungan ekonomi yang cocok dengan brand milikmu dapat dinilai melalui demografis tertentu hingga pada tingkat nasional. Faktor ekonomi yang dimaksud meliputi pertumbuhan ekonomi, nilai tukar, tingkat inflasi, suku bunga, pendapatan konsumen, dan tingkat pengangguran. Sebab, berbagai faktor ini mungkin saja memiliki dampak jangka panjang terhadap brand baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu, faktor ini juga akan memengaruhi daya beli konsumen. Sementara itu, perubahan kondisi ekonomi dapat memengaruhi model permintaan atau penawaran produk yang berakibat pada  perubahan cara menentukan harga produk dan layanan.

    3. Social Factor (Faktor Sosial)

    Dalam PESTLE analysis, faktor sosial yang dimaksud adalah karakteristik demografis, norma, adat istiadat, dan nilai-nilai populasi organisasi beroperasi yang di dalamnya termasuk tren populasi, seperti tingkat pertumbuhan penduduk, distribusi usia, distribusi pendapatan, sikap karir, penekanan keselamatan, kesadaran kesehatan, sikap gaya hidup dan hambatan budaya. Faktor sosial menjadi sangat penting jika kamu ingin menargetkan produkmu pada karakteristik pelanggan tertentu. Selain itu, faktor ini juga dapat digunakan untuk mencari tenaga kerja lokal dan kesediaannya untuk bekerja dalam kondisi tertentu.

    4. Technological Factor (Faktor Teknologi)

    Faktor ini berkaitan dengan inovasi dalam teknologi yang dapat memengaruhi operasi industri dan pasar baik secara menguntungkan maupun tidak menguntungkan. Faktor ini mengacu pada insentif teknologi, tingkat inovasi, otomatisasi, aktivitas penelitian dan pengembangan, perubahan teknologi dan jumlah kesadaran teknologi yang dimiliki oleh target pasar. Faktor ini dapat memengaruhi keputusan untuk bergabung atau tidak bergabung dengan  industri tertentu, meluncurkan atau tidak meluncurkan produk tertentu atau melakukan aktivitas produksi di luar negeri. Dengan mengetahui apa yang terjadi dari faktor teknologi, kamu dapat membantu perusahaan agar lebih efektif dalam mengalokasikan dana untuk pengembangan teknologi yang berhubungan dengan produksi.

    5. Legal Factor (Faktor Hukum)

    Walau memiliki beberapa hal yang tumpang tindih dengan faktor politik, faktor hukum memiliki undang-undang yang lebih spesifik, seperti undang-undang ketenagakerjaan, undang-undang perlindungan konsumen, undang-undang hak cipta dan paten, serta undang-undang kesehatan dan keselamatan. Dalam berbisnis, kamu perlu mengetahui apa yang legal dan apa yang tidak legal agar promosi dan penjualan produk dapat berjalan sukses dan sesuai peraturan. Apalagi, jika produkmu dipasarkan secara global. Hal ini tentu menjadi lebih rumit, sebab setiap negara memiliki seperangkat aturan dan regulasinya sendiri. Selain itu, kamu juga perlu mengetahui potensi perubahan dalam undang-undang dan dampaknya terhadap bisnis di masa mendatang.

    6. Environmental Factor (Faktor Lingkungan)

    Environmental factor atau faktor lingkungan adalah faktor yang tidak kalah penting untuk diperhatikan, khususnya saat ini ketika terjadi kelangkaan bahan baku dan adanya target polusi serta target jejak karbon yang ditetapkan oleh pemerintah. Faktor ini juga mencakup aspek ekologi dan lingkungan, seperti cuaca, iklim, penyeimbangan lingkungan, dan perubahan iklim yang memengaruhi industri. Selain itu, tumbuhnya kesadaran terhadap dampak perubahan iklim juga memengaruhi cara perusahaan beroperasi dan menentukan produk yang ditawarkan. Faktor ini berkaitan erat dengan penyusunan strategi corporate social responsibility (CSR) yang tepat dan keberlanjutan.

     PESTLE analysis adalah pengembangan dari PEST analysis.

    Tujuan dan Manfaat PESTLE Analysis

    Mengacu pada pengertian yang sudah dijabarkan di atas, PESTLE analysis memiliki tujuan dan manfaat berikut ini:

    • Memberikan gambaran tentang pengaruh eksternal bagi organisasi.
    • Merangsang pemimpin untuk lebih tegas dalam membuat keputusan.
    • Membantu mengevaluasi strategi bisnis yang diterapkan sesuai dengan lingkungan.

    Akan tetapi, tidak hanya mengevaluasi strategi bisnis, PESTLE analysis juga dapat digunakan perusahaan untuk hal-hal berikut ini:

    • Merencanakan pemasaran dengan memprioritaskan aktivitas bisnis untuk membantu mencapai tujuan pemasaran tertentu dalam jangka waktu yang telah ditentukan.
    • Perencanaan tenaga kerja agar selaras dengan strategi bisnis. Dalam hal ini, PESTLE analysis berfungsi untuk mengidentifikasi perubahan yang mengganggu pada model bisnis yang dapat berdampak pada masa depan.
    • Product development. Dalam hal ini, PESTLE analysis membantu perusahaan untuk memutuskan jika suatu produk mampu memenuhi kebutuhan pasar. Jika dianggap mampu, perusahaan akan menentukan waktu yang tepat untuk meluncurkan produk tersebut.

    Baca juga: Faktor Produksi adalah Strategi Meraih Profit. Apa Iya?

    Contoh PESTLE Analysis

    Dikutip dari Ekrut, berikut adalah contoh PESTLE analysis perusahaan Uber: 

    Uber "Leading share taxi service provider"

    • Politics: Perlu menjelaskan tentang asuransi pengemudi, harus mengikuti aturan upah minimum dan harus berurusan dengan banyak larangan di banyak negara.
    • Economics: Mudah diakses, menawarkan kesempatan kerja tetapi dengan bayaran kurang meyakinkan serta biaya tarif yang terjangkau.
    • Social: Penjemputan yang cepat, ramah pengguna, dan memberikan pengalaman berkendara yang lebih baik daripada taxi.
    • Technology: Menggunakan media sosial atau media elektronik lain untuk melakukan promosi dan aplikasi seluler yang sangat baik bagi pengguna.
    • Legal: Perlu untuk mengikuti Undang-undang Ketenagakerjaan dan keselamatan karyawan dengan baik, memperhatikan Undang-undang hak cipta, dan perlu mencegah pelarangan di banyak negara.
    • Environmental: Pemakaian BBM yang bisa makin meningkat serta kemacetan lalu lintas juga harus jadi perhatian perusahaan.

    Baca juga: Kenali Threat SWOT Lebih Dalam Untuk Bisnis yang Lebih Siap!

    Perbedaan PEST dan PESTLE Analysis

    Pada dasarnya, PESTLE analysis adalah pengembangan dari PEST analysis. Salah satu faktor yang membedakan PEST analysis dengan PESTLE analysis adalah faktor hukum dan faktor lingkungan saat menjalankan bisnis. Kedua faktor tersebut disesuaikan dengan ruang lingkup lingkungan bisnis, jenis produk yang dipasarkan, dan siapa yang menjadi target pasarmu.

    Selanjutnya, pengembangan terbaru dari PESTLE analysis adalah PESTLE analysis, yaitu dengan menambahkan ethical factor (faktor etika) sebagai salah satu komponennya. Faktor ini mencakup prinsip-prinsip etika dan masalah moral atau etika yang timbul dalam bisnis. Faktor ini mempertimbangkan beberapa hal, seperti perdagangan yang adil, tindakan perbudakan dan pekerja anak, serta CSR. Dengan demikian, produk yang dipasarkan memiliki kontribusi sosial, seperti menjadi sukarelawan.

    Penutup

    PESTLE analysis dapat digunakan untuk membantumu menganalisis dan memantau faktor lingkungan eksternal yang mungkin memberikan dampak tersendiri bagi perusahaan. PESTLE merupakan akronim dari politic, economy, social, technology, legal, dan environmental. Tidak perlu gegabah ingin meluncurkan produk terbaru, tidak ada salahnya lebih dahulu melakukan PESTLE analysis.

    Dengan memiliki pemahaman yang jelas mengenai keenam faktor PESTLE analysis, kamu tentu dapat lebih memahami potensi bisnismu sendiri. Nah, selain memahami metode analisis, penting juga untuk memahami hal-hal mengenai strategi pasar, peluang usaha, dan kondisi ekonomi. Jangan ragu untuk menambah wawasanmu dengan membaca berbagai artikel tersebut di sini.

    Jangan salah pilih, saatnya pilih majoo yang setia menemani langkahmu dalam bekerja dan membangun bisnis. Dalam aplikasi majoo, terdapat berbagai fitur praktis dan menarik yang dapat disesuaikan dengan segala kebutuhanmu. Belum berlangganan? Yuk, sekarang!

    Pertanyaan Terkait

    • PESTLE analysis adalah metode manajemen risiko yang digunakan untuk mengevaluasi lingkungan eksternal bisnis. Analisis ini dilakukan dengan memecah peluang dan risiko menjadi berbagai faktor berikut ini: (1) Politic Factor (Faktor Politik), (2) Economic Factor (Faktor Ekonomi), (3) Social Factor (Faktor Sosial), (4) Technological Factor (Faktor Teknologi), (5) Legal Factor (Faktor Hukum), (6) Environmental Factor (Faktor Lingkungan).
    • Analisis PESTLE penting untuk dilakukan karena memiliki tujuan dan manfaat berikut ini: (1) Memberikan gambaran tentang pengaruh eksternal bagi organisasi; (2) Merangsang pemimpin untuk lebih tegas dalam membuat keputusan; (3) Membantu mengevaluasi strategi bisnis yang diterapkan sesuai dengan lingkungan.

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.