Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Afiliasi adalah …? Apa Saja Contoh Afiliasi Pemasaran?

    Afiliasi adalah …? Apa Saja Contoh Afiliasi Pemasaran?

    Program afiliasi adalah salah satu cara untuk memperluas jangkauan pemasaran

    Afiliasi adalah praktik yang sangat familier sekali dalam dunia bisnis, khususnya untuk kegiatan-kegiatan yang menyangkut pemasaran dan penjualan. Bahkan, disadari atau tidak, mungkin saja setiap pemilik usaha pernah memiliki atau berurusan dengan afiliasi. Hanya saja, karena tak memahami makna dari afiliasi itu sendiri, pemilik usaha tersebut tak tahu-menahu bahwa dirinya pernah berafiliasi.

    Apa, sih, yang dimaksud dengan afiliasi itu sendiri? Apakah keberadaan afiliasi sesungguhnya memiliki efek yang positif bagi bisnis, atau justru negatif? Daripada pusing sendiri memikirkannya, yuk, kita simak bersama-sama penjelasan serta serba-serbinya dalam artikel ini!

    Pengertian dan Contoh Afiliasi

    Afiliasi adalah salah satu bentuk kerja sama yang dilakukan oleh seorang pemilik usaha dengan orang lain yang umumnya dilakukan dalam kegiatan pemasaran untuk kebutuhan ekspansi bisnis.

    Karena bentuknya merupakan sebuah kerja sama, afiliasi tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena harus bisa memberikan keuntungan serta manfaat bagi kedua belah pihak yang berafiliasi. Apabila ada salah satu pihak yang tidak memperoleh keuntungan, sekalipun juga tidak mengalami kerugian, besar kemungkinan pihak tersebut akan mundur dari tawaran kerja sama yang diterima dan afiliasi tidak bisa dilakukan secara sempurna.

    Meski demikian, dalam kegiatan pemasaran sendiri, keuntungan atau manfaat yang ditawarkan dalam kerja sama afiliasi bisa saja tidak berbentuk materi. Sifat ini pula yang membedakannya dengan bentuk kerja sama lainnya, karena dalam bentuk kerja sama bisnis, keuntungan yang ditawarkan umumnya berupa materi maupun profit.

    Situasi tersebut terjadi karena sifat dari kegiatan pemasaran sendiri. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, manfaat dari sebuah kegiatan pemasaran umumnya memiliki jangka waktu yang panjang atau tidak dapat dinikmati secara langsung–terkadang manfaat ini bahkan sulit untuk diukur secara akurat. Oleh karena itu, saat berafiliasi dalam suatu kegiatan pemasaran, benefit nonmateri yang lebih sering ditawarkan sebagai keuntungan.

    Namun, tak sedikit pula bentuk afiliasi yang menawarkan pendapatan bersifat materi secara langsung. Contoh afiliasi semacam ini mudah ditemukan dalam kerja sama yang dilakukan dengan platform marketplace seperti Shopee atau Tokopedia.

    Dalam kondisi di atas, afiliasi dilakukan dengan menawarkan keuntungan setelah adanya pembelian atas produk atau jasa yang ditawarkan oleh suatu pemilik usaha kepada pihak yang menjadi mitra afiliasi. Dengan kata lain, pemilik usaha harus memperhatikan terlebih dahulu karakter dari bisnis yang dijalankannya agar dapat menentukan jenis keuntungan yang bisa ditawarkan dalam program afiliasi.

    Agar lebih jelas, mari kita lihat seperti apa program afiliasi yang dijalankan di Shopee dan Tokopedia!

    Baca juga: Cara Menjadi Dropship di Shopee - Terbaru 2022

    1. Afiliasi Shopee

    Program afiliasi Shopee pertama kali diluncurkan untuk bekerja sama dengan para content creator di bidang pemasaran; khususnya di media-media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram, YouTube, dan juga TikTok.

    Melalui program ini, Shopee memperoleh benefit berupa arus traffic yang diperoleh dari konten para content creator yang mengikuti program afiliasi ini, sementara pihak content creator pun memperoleh bahan konten yang bisa diolah. Selain itu, content creator juga akan memperoleh komisi sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan dalam program afiliasi tersebut.

    Menariknya, siapa saja yang bersedia membuat konten di media-media sosial yang sudah disebutkan di atas dapat mengikuti program afiliasi Shopee secara bebas. Shopee tidak menetapkan jumlah follower yang dapat bergabung dalam program afiliasi. Hanya saja, apabila content creator yang tertarik untuk mengikuti program ini menginginkan kompensasi yang lebih besar dengan menjadi influencer atau partner, mereka harus memiliki setidaknya 2.000 followers agar memenuhi syarat.

    Untuk program partners, Shopee menetapkan ketentuan khusus berupa jenis konten yang orisinal. Dengan kata lain, apabila content creator yang tertarik memutuskan untuk menjadi afiliasi atau influencer saja, tidak ada keharusan bagi mereka untuk memproduksi konten yang orisinal.

    Dengan ketentuan tambahan, besarnya komisi yang diterima oleh partners juga akan lebih besar jika dibandingkan dengan content creator yang menjadi afiliasi atau influencer saja.

    2. Afiliasi Tokopedia

    Tak jauh berbeda dengan Shopee, program afiliasi tokopedia juga menawarkan kerja sama dengan para content creator dalam kegiatan pemasarannya. Keuntungan yang ditawarkan oleh Tokopedia bisa dibilang serupa: content creator berhak memperoleh komisi dari penjualan yang berhasil dilakukan sesuai dengan ketentuan program afiliasi.

    Uniknya, bagi content creator yang memutuskan untuk mengikuti program afiliasi ini, Tokopedia juga menyediakan akses untuk mengikuti Akademi Kreator Tokopedia yang memungkinkan content creator untuk mengasah lagi keterampilannya. Sesuai dengan sifat benefit dari program afiliasi di bidang pemasaran, keuntungan ini mungkin tak bersifat materi, tetapi tetap memberikan banyak manfaat bagi content creator yang berafiliasi.

    Program afiliasi Tokopedia ini tak mengharuskan content creator yang bergabung untuk memiliki jumlah followers tertentu, tetapi untuk kontennya sendiri, content creator tersebut hanya dapat memasarkan produk-produk yang dijual oleh Power Merchant atau Official Store di Tokopedia saja, sementara untuk penjual yang belum terverifikasi, program afiliasi ini masih belum tersedia.

    Bagi content creator yang tergabung dalam program afiliasi ini, Tokopedia akan memberikan tautan unik yang dapat dibagikan oleh content creator ke dalam kanal media sosial miliknya masing-masing. Nantinya, komisi akan dihitung dari banyaknya orang yang mengeklik tautan tersebut dan berhasil menyelesaikan pembelian.

    Tidak perlu khawatir komisi akan tertukar, karena tautan yang diberikan merupakan tautan unik, setiap content creator akan memperoleh tautan yang berbeda untuk dibagikan, sekalipun produk yang ingin dipasarkan merupakan produk yang sama.

    Baca juga: Cara Daftar Mitra Tokopedia yang Mendatangkan Keuntungan

    Jenis-Jenis dan Contoh Afiliasi Pemasaran

    Di luar program afiliasi Shopee dan juga Tokopedia yang merupakan platform marketplace, program afiliasi sebenarnya juga dapat diterapkan oleh pemilik usaha apa pun melalui beberapa jenis afiliasi lepas.

    Yap, benar sekali. Sekalipun mungkin tujuan dari kegiatan yang dilakukan tetap sama, yaitu untuk memperluas jangkauan kegiatan pemasaran produk maupun jasa, jenis dari afiliasi itu sendiri ada bermacam-macam.

    Kondisi ini dipicu dari banyaknya ragam media serta konten yang dapat dibuat oleh seseorang, khususnya di platform digital yang setiap harinya terus berkembang menghasilkan banyak sekali produk teknologi untuk dimanfaatkan dalam kegiatan pemasaran. Oleh karena itu, ada baiknya pemilik usaha juga mengikuti perkembangan teknologi agar dapat menawarkan program afiliasi yang menarik bagi mitra, dan lebih lanjut dapat mendorong penjualan produk maupun jasa yang dipasarkan.

    Dari beragam media, platform, serta jenis konten yang dapat dihasilkan dan dimanfaatkan untuk kegiatan pemasaran, setidaknya ada tiga jenis afiliasi yang bisa dilakukan sesuai contoh afiliasi pemasaran berikut:

    Baca Juga: Menjalankan Affiliate Marketing: Perhatikan Hal Ini!

    Program afiliasi adalah kegiatan pemasaran yang dapat dilakukan di banyak platform, misalnya saja media sosial

    1. Influencer

    Dalam dunia bisnis, istilah influencer mungkin baru dikenal sejak meningkatnya minat masyarakat untuk mengikuti atau membuat akun media sosial di tahun 2005. Keberadaan influencer sendiri pun baru ramai dimanfaatkan dalam dunia bisnis sejak tahun 2010-an ketika pengguna media sosial sudah banyak, dan terus meningkat hingga puncak kepopulerannya saat brand atau pemilik usaha mulai melirik kanal Instagram sebagai media pemasarannya.

    Dalam contoh afiliasi pemasaran yang satu ini, influencer merupakan seseorang atau suatu pihak di media sosial yang dianggap memiliki pengaruh besar kepada orang lain, dan dibuktikan dengan banyaknya orang yang mengikuti kesehariannya dalam akun media sosial yang dikelolanya. Dengan kata lain, untuk influencer, jumlah followers akan sangat menentukan pengaruh yang dimilikinya.

    Tak jarang, banyaknya jumlah followers yang dimiliki oleh seorang influencer juga memengaruhi komisi yang akan diterimanya tatkala tergabung dalam program afiliasi. Anggapan tersebut didasari pada luasnya jangkauan yang dimiliki oleh seorang influencer ketika mereka memiliki banyak followers.

    Tawaran afiliasi umumnya diajukan ketika pemilik usaha melihat bahwa ketika influencer memasarkan suatu produk atau jasa, banyak followers yang dimilikinya kemudian membeli produk maupun jasa tersebut. Influencer yang ditunjuk pun dapat membuktikan klaim tersebut dengan menunjukkan statistik atau tingkat engagement serta reach yang dimiliki oleh akun media sosialnya.

    Jadi, jangan beranggapan bahwa influencer merupakan orang yang pekerjaannya tergolong mudah dan tidak membutuhkan keterampilan khusus, karena untuk menjadi influencer yang memenuhi syarat program afiliasi, otomatis seseorang harus memahami konsep pemasaran digital dan juga prediksi tren.

    2. Blogger

    Berbeda dengan influencer, blogger merupakan contoh afiliasi pemasaran yang tidak terpaku pada banyaknya jumlah followers yang dimiliki. Meski demikian, bukan berarti komisi untuk blogger yang tergabung dalam program afiliasi dapat dipukul rata.

    Tidak semua blogger mampu menarik perhatian audiens dan mendorong mereka untuk melakukan pembelian, dan tidak semua blogger yang mampu melakukannya pun tertarik dengan gagasan bisnis yang diajukan dalam program afiliasi; terlebih jika produk atau jasa yang harus dipasarkan tidak sesuai dengan niche yang dimilikinya.

    Saat menawarkan program afiliasi terhadap seorang blogger, pemilik usaha harus tahu terlebih dahulu audiens yang dimiliki oleh blogger tersebut sudah sesuai dengan pasar yang ingin ditargetkan atau tidak. Validasi ini perlu dilakukan karena umumnya seorang blogger memiliki topik bahasan yang spesifik dan konsisten, sehingga audiens yang dimilikinya pun akan tersegmentasi secara otomatis.

    Dalam kegiatan pemasaran apa pun, segmentasi pasar merupakan kunci keberhasilan aktivitas yang dilakukan. Apabila pemasaran dilakukan pada segmen pasar yang tidak sesuai, kecil kemungkinan kegiatan tersebut akan berhasil menorehkan hasil yang optimal.

    Satu hal yang menarik dari contoh afiliasi pemasaran yang satu ini adalah kedekatan emosional yang biasa dijalin oleh seorang blogger dengan audiens yang dimilikinya. Melalui gaya bercerita yang tepat dan menyenangkan, audiens seorang blogger akan sangat loyal, karenanya blogger masih tetap menjadi alternatif pilihan untuk program afiliasi.

    Baca Juga: Tips dan Trik Cara Menjadi Youtuber Indonesia

    3. Media Massa

    Jika influencer dan blogger lebih condong pada platform digital, media massa memiliki jangkauan yang lebih luas baik di dalam maupun luar jaringan, tergantung dari jenis platform yang dimilikinya.

    Program afiliasi kegiatan pemasaran yang dilakukan bersama media massa pada umumnya menyasar cakupan audiens yang lebih besar. Bentuknya dapat beragam, mulai dari memasang logo pada platform media massa yang menjadi afiliasi hingga menayangkan contoh iklan afiliasi.

    Tak jarang afiliasi dengan media massa memiliki hubungan timbal balik yang sangat kuat dan sifatnya tidak selalu tentang materi. Di satu sisi pemilik usaha memiliki media yang dapat digunakan untuk memasarkan komoditas bisnisnya, sementara di sisi lain media massa memiliki konten untuk mengisi platformnya.

    Sayangnya, untuk media massa yang bergerak secara offline atau menggunakan media konvensional sebagai platformnya, pemilik usaha akan sulit untuk menentukan besarnya pembelian yang dihasilkan dari kerja sama afiliasi tersebut. Dengan demikian, penetapan benefit bagi kedua belah pihak dalam bentuk kerja sama afiliasi ini harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak ada pihak yang dirugikan dari kerja sama yang disepakati.

    Baca juga: Review 5 Toko Online Terbaik dan Terpopuler di Indonesia

    Contoh Iklan Afiliasi

    Seperti yang sudah disebutkan, salah satu bentuk afiliasi yang dapat dilakukan adalah dengan memasang iklan. Tujuannya jelas, menarik perhatian audiens yang dimiliki oleh pihak yang diajak berafiliasi untuk melakukan pembelian.

    Tergantung dari jenis dan contoh afiliasi pemasaran yang digunakan, iklan yang dipasang pun dapat beragam pula bentuknya. Untuk blogger, misalnya saja, pemasangan iklan dapat dilakukan dengan menceritakan pengalaman blogger tersebut saat menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan dengan tujuan menarik audiens yang dimilikinya agar ikut mencoba produk atau jasa tersebut.

    Bagi influencer yang berbeda kontennya dengan blogger, iklan contoh iklan afiliasi yang bisa dipasarkan pun tentu akan berbeda pula. Tergantung dari platform yang digunakan, umumnya influencer akan menunjukkan secara langsung efek atau manfaat yang diperolehnya saat mengonsumsi produk maupun jasa dalam program afiliasinya, kemudian menyisipkan CTA atau call-to-action agar followers yang dimilikinya melakukan pembelian.

    Setiap platform memiliki cara penggunaan serta manfaat yang berbeda. Oleh karena itu, penting bagi pemilik usaha untuk memilih segmen audiens yang tepat untuk dimasukkan dalam program afiliasinya. Berbeda cerita apabila yang disasar hanya jangkauan kegiatan pemasarannya saja seperti program afiliasi Tokopedia atau Shopee yang memungkinkan siapa saja untuk bergabung menjadi afiliasi.

    Hingga saat ini, menerapkan program afiliasi adalah alternatif yang sangat tepat untuk memperluas jangkauan kegiatan pemasaran, baik untuk bisnis yang dikelola sendiri maupun yang ada di dalam marketplace. Agar tak kewalahan dalam mengelola bisnis yang sudah dipasarkan dengan baik, manfaatkan beragam benefit yang ditawarkan oleh aplikasi majoo!

    Baca juga: Call to Action Adalah: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    9 Cara Memulai Bisnis dari Nol, Perhatikan Di Sini!
    Diperlukan langkah dan strategi yang matang untuk memulai sebuah bisnis. Pertimbangan ini dapat membantumu melewati setiap hambatan yang mungkin terjadi.
    Tokopedia Paylater adalah Bentuk Kenikmatan Belanja Online
    Tokopedia Paylater membantu lebih dari 100 juta pelanggan aktif Tokopedia untuk beli sekarang bayar nanti. Mau mencoba? Baca dulu tipsnya!
    RAB adalah Rencana Anggaran Biaya, Bagaimana Cara Buatnya?
    RAB adalah singkatan dari rencana anggaran dan biaya, lalu mengapa dokumen yang satu ini sangat dibutuhkan oleh pemilik usaha dalam operasional bisnis?
    Stakeholder adalah: Pengertian, Fungsi, dan Jenis
    Operasional sebuah bisnis mustahil dijalankan tanpa adanya peran stakeholder. Namun, seberapa penting sebenarnya keberadaan peran ini dalam bisnis?