Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Hard Selling Adalah…? Apa Kelebihan dan Kekurangannya?

    Hard Selling Adalah…? Apa Kelebihan dan Kekurangannya?

    Apa Itu Hard Selling?

    Dari asal katanya, hard selling adalah salah satu teknik marketing secara langsung dan terbuka. Pengertian lain dari hard selling adalah sebuah metode marketing dengan pendekatan untuk melakukan sales (penjualan) yang bersifat langsung dan lugas. Tujuan dari implementasi metode ini untuk mendorong konsumen langsung melakukan transaksi terhadap produk yang diiklankan atau ditawarkan.

    Metode ini sering dianggap sebagai sebuah metode yang agresif karena pendekatannya yang langsung dan tanpa basa-basi kepada customer. Tidak jarang customer seperti diburu-buru untuk melakukan suatu transaksi sehingga menjadi merasa tidak nyaman. Namun, metode ini terbilang efektif untuk beberapa kondisi, lho!

    Siapa pun yang ditunjuk sebagai sales person suatu produk bisa secara langsung menggunakan metode hard selling dalam melakukan pemasaran. Selain itu, metode ini juga dapat diimplementasikan dalam iklan, baik iklan online maupun offline.

    Hard selling dapat menyakinkan customer secara langsung to the point.

    Karakteristik Hard Selling

    Metode hard selling lebih sering digunakan oleh tim sales daripada tim marketing. Berikut ini karakteristik hard selling, antara lain:

    • Memprovokasi konsumen;
    • Menggunakan bahasa yang lugas;
    • Menyanjung konsumen, kemudian menawarkan produk;
    • Menggunakan kalimat dengan nada tertentu sehingga membuat customer membeli produk yang ditawarkan;
    • Cenderung melebih-lebihan kualitas dan manfaat produk yang ditawarkan;
    • Meyakinkan konsumen secara langsung bahwa membeli produk/layanan tersebut merupakan keputusan cerdas yang akan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.

    Baca Juga: Marketing Funnel: Tujuan, Manfaat, dan Tahapannya

    Tujuan Hard Selling

    Tentu saja tujuan dari hard selling adalah untuk menjual produk, khususnya agar produk yang ditargetkan dalam periode tertentu. Metode ini dirancang agar konsumen membeli barang atau jasa tanpa berpikir panjang.

    Dalam kondisi tertentu, sales person bisa terus mendorong customer untuk tetap membeli produk yang ditawarkan walaupun sudah mengatakan tidak ingin membelinya. Umumnya, sales person baru akan berhenti menawarkan produk ketika target konsumen menolak sebanyak tiga kali.

    Contoh Hard Selling

    Kamu mungkin pernah menemui praktik hard selling di banyak toko dan pusat perbelanjaan yang kamu kunjungi, bukan? Misalnya, kamu ingin membeli smartphone dan sales person tersebut akan fokus untuk menawarkan produk limited edition. Umumnya, mereka akan mengatakan, seperti ini:

    ”Hai Kak, ini produk terbaru paling baru dan punya fitur bagus. Kami akan beri diskon jika kakak membelinya hari ini.”

    Sering kali konsumen menjadi tidak nyaman karena terus diikuti oleh sales person yang dianggap terlalu “berisik”. Sales person cenderung akan mendesakmu untuk membeli produk yang sedang diskon, item tertentu, atau cross selling yang terlalu agresif.

    Baca Juga: Apa itu Direct Marketing? Ini Penjelasan Lengkapnya!

    Kelebihan dan Kekurangan Hard Selling

    Seperti telah dijelaskan di atas, teknik hard selling ternyata tidak selalu bisa digunakan untuk melakukan penjualan kepada customer. Lantas, apa kelebihan dan kekurangan dari hard selling ini? Berikut ulasannya, ya.

    Kelebihan Hard Selling

    Meski banyak customer menganggap hard selling sebagai teknik pemasaran yang “menjengkelkan”, tapi strategi ini memiliki beberapa kelebihan, di antaranya seperti berikut ini:

    1. Menciptakan Urgensi di Hati Customer

    Penawaran produk atau jasa yang dilakukan dengan implementasi teknik hard selling dapat menciptakan rasa urgensi di hati pelanggan.

    Hal ini sangat berguna untuk meningkatkan sales. Pasalnya, customer akan merasa terdesak untuk melakukan transaksi dengan cepat. Tentu saja, hal tersebut sangat menguntungkan bagi penjual atau sales person yang melakukannya. Mereka bisa mendapatkan hasil penjualan yang lebih besar dalam waktu singkat.

    2. Dinilai Lebih Mudah dan Cepat

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, metode hard selling bisa mendatangkan keuntungan dengan lebih cepat. Alasan inilah yang dinilai banyak penjual sebagai strategi sales yang lebih mudah dan cepat.

    Teknik sales seperti ini menggunakan pendekatan secara langsung kepada calon pembelinya sehingga akan lebih efektif dalam mendorong mereka untuk melakukan transaksi.

    3. Bermanfaat untuk Penjualan Berbasis Komisi

    Karena lebih mudah dan cepat dalam mendatangkan pembelian, teknik sales ini pun sangat cocok untuk penjualan berbasis komisi.

    Penjualan berbasis komisi akan lebih fokus pada penjualan produk atau jasa sehingga mereka akan berlomba-lomba untuk mengumpulkan customer agar lekas mendapat keuntungan dari produk yang ditawarkannya. Oleh karena itu, mereka pun lebih memilih menggunakan metode hard selling untuk menutup persaingan.

    4. Memenuhi Kebutuhan yang Mendesak

    Ketika seorang customer sedang membutuhkan suatu produk atau layanan lalu melihat campaign hard selling yang dibuat oleh suatu brand, biasanya mereka akan cenderung segera melakukan transaksi.

    Kekurangan Hard Selling

    Selain memiliki kelebihan, hard selling pun memiliki kekurangan. Berikut kekurangan dari implementasi teknik hard selling pada bisnis, antara lain:

    1. Pelanggan Merasa Tidak Nyaman

    Pemasaran produk atau jasa yang dilakukan dengan teknik hard selling akan membuat pelanggan merasa tidak nyaman. Pasalnya, hard selling ini melibatkan provokasi, bahkan tak jarang bisa menciptakan rasa ketakutan pada hati customer. Perasaan tersebut tentu saja dapat mengganggu ketenangan customer karena mereka ditekan oleh penjual atau sales person.

    2. Tidak Tercipta Loyalitas Pelanggan

    Kekurangan dari hard selling terletak pada waktu. Di awal, metode hard selling memaksa pelanggan untuk melakukan transaksi secara cepat sehingga menimbulkan kesan negatif di benak mereka.

    Hal ini dapat membuat customer enggan membeli secara berulang. Padahal, membangun loyalitas pada konsumen sangatlah penting pada bisnis agar mereka melakukan pembelian berulang.

    3. Menciptakan Brand Image Negatif

    Implementasi teknik hard selling yang terlalu memaksa customer untuk melakukan transaksi secara cepat akan berimbas kepada reputasi atau brand image perusahaan.

    Konsumen bisa saja melakukan word of mouth negatif kepada orang lain karena pengalaman berbelanja mereka yang buruk. Hal ini sangat disayangkan, bukan?

    Baca Juga: Mengenal Cross Selling: Contoh dan Strategi

    Tips Melakukan Hard Selling

    Meski memiliki beberapa kekurangan, hard selling tetap bisa diterapkan dalam bisnis, lho! Namun, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan, yakni:

    1. Gunakan untuk Menjual Produk yang Harganya Ekonomis

    Teknik hard selling akan lebih efektif untuk menjual produk atau jasa yang memiliki harga ekonomis. Produk dengan harga ekonomis ini akan lebih cepat terjual karena pelanggan tidak terlalu merasa terbebani ketika mereka didesak untuk melakukan transaksi.

    Kamu pun akan lebih mudah dalam meyakinkan pelanggan karena prosesnya lebih sederhana ketika menjual barang dengan harga ekonomis.

    2. Pahami Kualifikasi Produk dengan Baik

    Sebelum menerapkan teknik pemasaran hard selling, pastikanlah kamu telah memahami kualifikasi produk dengan baik. Sebaiknya kamu mempelajari product knowledge yang akan ditawarkan kepada customer.

    Kamu pun bisa mencoba untuk menggunakan produk tersebut agar memiliki pengalaman sendiri dan lebih mudah menjelaskannya kepada customer.

    Semakin kamu mengerti akan product knowledge, kamu dapat menjawab semua pertanyaan dari pelanggan terkait produk yang kamu tawarkan.

    3. Promosi di Berbagai Platform

    Teknik hard selling bisa berhasil jika kamu menerapkannya melalui berbagai platform. Oleh karena itu, manfaatkanlah media promosi, seperti iklan, email, dan media sosial untuk menawarkan produk atau jasa kepada pelanggan.

    Dengan menggunakan berbagai platform, akan tercipta customer engagement dan akan tercipta interaksi yang lebih dekat dengan pelanggan. Kamu pun bisa memperoleh feedback secara langsung dari para pelanggan dari penggunaan platform ini.

    Selain itu, penggunaan berbagai platform untuk menawarkan produk akan membantumu dalam menjangkau pasar yang lebih luas dengan audiens yang lebih beragam.

    Kesimpulan

    Hard selling adalah teknik pemasaran suatu produk atau jasa secara langsung dan lugas. Hard selling akan cocok jika dilakukan kepada konsumen yang memang sedang membutuhkan produk atau jasa karena mereka telah mengenal kategori produk tersebut.

    Untuk beberapa jenis bisnis, seperti makanan, minuman, property, dan produk fashion, metode penjualan hard selling bisa efektif untuk mendatangkan calon konsumen.

    Bila bisnismu ingin menggunakan teknik pemasaran hard selling, kamu perlu mengatur segala teknik marketing-mu, bukan? Oleh karena itu, kamu bisa menggunakan aplikasi majoo.

    Aplikasi majoo adalah aplikasi wirausaha online all in one. Banyak fitur yang bisa kamu gunakan untuk membantu segala operasional bisnismu terutama untuk mempromosikan produkmu. Fitur CRM (Customer Relationship Management) di dalam aplikasi majoo lengkap mengatur promo, voucher, cashback dan poin yang bikin pelanggan loyal makin banyak transaksi. Lengkap dengan fitur marketing campaign berupa sms dan email marketing untuk membuat pelanggan datang kembali.

    Aplikasi majoo sudah terintegrasi dengan e-commerce omnichannel sehingga pengelolaan website bisnis dan toko online sangat mudah dalam satu aplikasi saja. Menarik, kan?

    Kamu ingin sukses seperti #majoopreneur lainnya juga? Yuk, gunakan aplikasi majoo untuk bisnismu!

     

    Pertanyaan Terkait

    • Dari asal katanya, hard selling adalah salah satu teknik marketing secara langsung dan terbuka. Pengertian lain dari hard selling adalah sebuah metode marketing dengan pendekatan untuk melakukan sales (penjualan) yang bersifat langsung dan lugas. Tujuan dari implementasi metode ini untuk mendorong konsumen langsung melakukan transaksi terhadap produk yang diiklankan atau ditawarkan.
    • Kamu mungkin pernah menemui praktik hard selling di banyak toko dan pusat perbelanjaan yang kamu kunjungi, bukan? Misalnya, kamu ingin membeli smartphone dan sales person tersebut akan fokus untuk menawarkan produk limited edition. Umumnya, mereka akan mengatakan, seperti ini: ”Hai Kak, ini produk terbaru paling baru dan punya fitur bagus. Kami akan beri diskon jika kakak membelinya hari ini.”

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Metode Penyusutan Aktiva Tetap!
    Seiring waktu, aset tetap akan mengalami depresiasi. Untuk mengetahui biaya penggunaan aset, perlu metode penyusutan aktiva tetap. Ketahui caranya di sini!
    Negosiasi adalah: Pengertian, Contoh, Jenis, Ciri-Ciri
    Negosiasi adalah proses interaksi antara pihak-pihak yang berusaha menemukan titik temu. Pahami pengertian, tujuan, contoh negosiasi.
    Rumus Persentase, Cara Menghitung Beserta Contoh Penggunaanya
    Cara menghitung persen merupakan metode untuk mendapatkan sebuah nilai atau data. Pelajari juga tentang rumus persentase di excel, rumus persentase keuntungan.
    PT adalah: Menilik Pengertian dan Cara Membuat Perseroan Terbatas
    PT adalah kepanjangan dari perseroan terbatas, yaitu bentuk badan usaha yang dilindungi oleh hukum dengan modal yang terdiri dari saham.