Table of Content

    • Solusi
    • Fitur
    • 4 Pengertian Reklame: Contoh, Jenis, Menurut Para Ahli

    4 Pengertian Reklame: Contoh, Jenis, Menurut Para Ahli

    Berbagai reklame di jalan utama kota New York, Amerika Serikat.

    Ketika sedang menyusuri jalan raya, pernahkah kamu menemukan baliho, brosur, papan nama, poster, pamflet, spanduk, dan sejenisnya? Jika pernah, model promosi tersebut biasanya disebut dengan reklame. Reklame adalah salah satu jenis karya dua dimensi yang memberikan tawaran, anjuran, maupun propaganda. 

    Jika ditelaah dari sisi bahasa, "reklame" berasal dari bahasa Spanyol, yaitu reclamos yang berarti suatu seruan yang dilakukan secara berulang-ulang. Akan tetapi, ada juga yang berpendapat bahwa secara etimologi, reklame berasal dari bahasa Latin, yaitu re clamare atau re clamo. Re berarti kembali berulang-ulang dan clamare atau clamo berarti berteriak. Dengan demikian, reklame dapat diartikan sebagai teriakan yang dilakukan berulang-ulang.

    Umumnya, beberapa perusahaan menggunakan reklame untuk memperkenalkan identitasnya secara luas. Dikutip dari buku Pembelajaran Seni Rupa (2020) karya Yunisrul, di Indonesia, reklame telah berkembang sejak zaman pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Jenis karya dua dimensi ini selalu mengutamakan pujian sebagai daya tarik dari suatu barang, sehingga dalam reklame membutuhkan gaya bahasa dan visual yang menarik dan dominan.

    Dengan demikian, apa sebenarnya pengertian reklame atau apa yang dimaksud dengan reklame? Apa saja fungsi reklame, jenis-jenis reklame, dan contoh reklame? Sementara itu, apa yang dimaksud dengan reklame komersial dan apa yang dimaksud dengan reklame non komersial? Jangan sampai terkecoh, apa ciri-ciri reklame yang baik, simak selengkapnya melalui artikel ini!

    Pengertian Reklame

    Secara umum, pengertian reklame adalah suatu media yang digunakan untuk menyampaikan informasi secara singkat kepada banyak orang secara berkelanjutan, baik melalui media teks, audio, maupun visual. Biasanya, reklame memuat pesan yang ingin disampaikan dan disertai dengan gambar (yang dibuat mencolok) terkait produk yang akan dipromosikan. Tujuan utama reklame tersebut dibuat dan disebarluaskan tentu untuk mendapatkan reaksi dari banyak orang serta mengajak mereka untuk melakukan berbagai hal sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan.

    Secara garis besar, pengertian reklame adalah suatu media atau alat untuk menyampaikan informasi, memperkenalkan, menawarkan, serta mempromosikan suatu produk atau jasa kepada banyak orang dengan menggunakan kata-kata dan gambar yang menarik. Pendapat lain mengatakan, pengertian reklame adalah suatu media visual yang memanfaatkan gambar dan tulisan yang diolah sedemikian rupa untuk mengomunikasikan pesan tertentu kepada banyak orang. Sementara itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), reklame adalah pemberitahuan kepada umum tentang barang dagangan atau informasi lainnya.

    Lantas, bagaimana dengan pengertian reklame menurut para ahli?

    Pengertian Reklame Menurut Para Ahli

    Selain pengertian reklame yang sudah disebutkan di atas, nyatanya para ahli juga memiliki pendapat berbeda tentang pengertian reklame, yaitu: 

    • Brata

      Menurut Brata, reklame adalah suatu aktivitas yang bertujuan menyampaikan ide, informasi barang atau jasa, agar menarik perhatian banyak orang terkait ide atau produk dan jasa yang sudah diinformasikan tersebut.

    • Kriyantono

      Kriyanto menjelaskan bahwa reklame adalah suatu bentuk komunikasi yang dilakukan tanpa personal dan bertujuan untuk menyampaikan pesan dalam menjual suatu produk barang atau jasa serta menjadikan pihak konsumen untuk membeli produk yang dijual dan membayar berbagai media yang dimanfaatkannya.

    • Durianto

      Menurut Durianto, reklame adalah suatu upaya komunikasi untuk membujuk khalayak orang agar bisa membeli dan juga menggunakan produk atau barang yang dipromosikan.

    • Panji

      Panji berpendapat bahwa reklame adalah setiap bentuk kegiatan yang mempunyai tujuan guna memperkenalkan produk barang atau jasa, dan hal lainnya untuk menarik perhatian banyak orang.

    Beberapa bentuk reklame yang lazim ditemukan di dalam maupun di luar ruangan adalah baliho, brosur, billboard, poster, spanduk, dsb. Secara umum, bentuk fisik dari reklame memuat unsur teks, visual, atau audio visual.

    Perbedaan Reklame dan Iklan

    Setelah memahami pengertian reklame, tentu terlintas pertanyaan mengenai perbedaan reklame dan iklan. Well, satu-satunya hal yang membedakan reklame dan iklan adalah isi kontennya. Secara umum, iklan memiliki bentuk teks penyampaian yang lebih panjang dan sangat detail mengenai barang atau jasa yang dipromosikan. Akan tetapi, reklame justru cenderung lebih singkat.

    Selain itu, reklame dihiasi oleh visual berupa seni grafis yang menarik perhatian. Walau reklame dan iklan memiliki fungsi dan tujuan yang hampir sama, keduanya tetap memiliki perbedaan yang cukup menonjol.

    Baca juga: Pengertian, Fungsi, dan Manfaat Promosi yang Harus Dipahami

    Fungsi Reklame

    Menurut Brata (1988: 214-215), fungsi reklame adalah sebagai berikut:

    1. Memberikan informasi kepada khalayak atau konsumen tentang perusahaan, produk atau barang maupun jasa;
    2. Memengaruhi atau membujuk khalayak atau konsumen sehingga mereka ingin melakukan pembelian;
    3. Menciptakan kesan tertentu tentang jasa atau barang yang direklamekan;
    4. Memberikan kepuasan tertentu sesuai keinginan konsumen;
    5. Merupakan alat komunikasi antara penjual dengan calon pembeli atau konsumen.

    Sementara itu, dalam dunia bisnis, fungsi reklame adalah sebagai berikut:

    1. Sebagai media komunikasi antara penjual dengan calon konsumen atau konsumen;
    2. Memberikan informasi mengenai barang atau jasa yang dipromosikan secara singkat dan jelas kepada calon konsumen;
    3. Mengajak calon konsumen untuk menggunakan jasa atau membeli barang yang diinformasikan;
    4. Memberikan citra baik mengenai barang atau jasa kepada calon konsumen;
    5. Memberikan kepuasan mengenai barang atau jasa kepada calon konsumen;

    Di sisi lain, pada suatu gerakan sosial fungsi reklame adalah sebagai berikut:

    1. Mengajak masyarakat untuk mengikuti aturan ataupun peringatan sesuai imbauan yang diberikan;
    2. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan, seperti spanduk yang berisi anjuran mengikuti kegiatan siskamling menjaga keamanan lingkungan, larangan membuang sampah sembarangan, dsb.

    Baca Juga: Pilih Marketing Konvensional atau Digital untuk Bisnismu?

    Tujuan Reklame Berdasarkan Pengadaannya

    Pada dasarnya, reklame dibuat untuk memberikan informasi yang menarik dan mengajak banyak orang melakukan sesuai informasi yang ada pada reklame tersebut. Dengan demikian, berdasarkan pengadaannya, tujuan reklame terbagi menjadi dua, yaitu reklame komersial dan non komersial. Hal ini sekaligus menjadi jawaban dari pertanyaan apa yang dimaksud dengan reklame komersial dan apa yang dimaksud dengan reklame non komersial.

    Reklame Komersial

    Reklame komersial adalah reklame yang bertujuan untuk memberikan informasi pada banyak orang terkait profil perusahaan, barang atau jasa, serta berbagai hal yang berkaitan dengan bisnis sebagai usaha untuk mendapatkan keuntungan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat reklame komersial adalah sebagai berikut:

    • Persuasif

      Apa pun sarana yang digunakan, reklame komersial harus bersifat mengajak.

    • Estetis

      Agar terlihat menarik, reklame komersial wajib memiliki unsur keindahan, keseimbangan (agar terciptanya suasana harmonis), kontras, sesuai dengan norma yang berlaku, dan bersifat mendidik.

    Reklame Non Komersial

    Reklame non komersial adalah reklame yang bertujuan untuk mengajak banyak orang untuk mengikuti pesan yang ada di dalam reklame tersebut. Reklame non komersial biasanya dibuat oleh badan swasta atau pemerintah, misalnya reklame ajakan untuk menjauhi narkoba, jangan membuang sampah sembarangan, ikuti program keluarga berencana, dsb. Reklame non komersial dapat ditemukan di berbagai area, khususnya area kedinasan, seperti kantor kelurahan, kantor kecamatan, area sekitar lampu lalu lintas, atau bahkan sekolah.

    Contoh reklame yang diletakkan di sebuah halte.

    Apa Ciri-ciri Reklame yang Baik?

    Dalam hal pembuatannya, reklame wajib memenuhi beberapa unsur tertentu. Lantas, apa ciri-ciri reklame yang baik? Apa ciri-ciri reklame yang baik adalah sebagai berikut:

    • Singkat, Padat, dan Jelas

      Isi reklame dibuat secara singkat, padat, dan jelas, sehingga nantinya akan lebih mudah dimengerti oleh banyak orang.

    • Isi reklame disebutkan secara jujur.

      Barang atau jasa diinformasikan melalui reklame secara jujur dan dapat dibuktikan kebenarannya, sehingga konsumen tidak merasa kecewa dengan barang atau jasa tersebut.

    • Reklame dibuat sedemikian rupa agar terlihat menarik dan mencolok.

      Hal tersebut dapat diwujudkan dengan memperhatikan cara penempatan gambar, tingkat ketebalan font, atau hal-hal lain yang dapat dimaksimalkan sebaik mungkin untuk menarik perhatian. Reklame dapat dibuat dengan mengedepankan visual dalam bentuk papan iklan atau billboard.

    • Dilakukan berulang-ulang.

      Tujuan utama reklame adalah meningkatkan minat calon konsumen untuk membeli barang atau menggunakan jasa yang ditawarkan. Dalam reklame non komersial, imbauan yang disampaikan melalui reklame diharapkan dapat dipahami oleh lebih banyak orang.

    Dengan demikian, keempat unsur di atas wajib dipenuhi dalam pembuatan reklame agar dapat menjawab pertanyaan apa ciri-ciri reklame yang baik.

    Baca juga: Apa itu Entrepreneur: Mari Mengenal Lebih Dekat!

    Jenis-jenis Reklame

    1. Jenis-jenis reklame berdasarkan pengadaan

    Berdasarkan pengadaannya, reklame dibagi menjadi dua jenis, yaitu reklame komersial dan reklame non komersial. Simak selengkapnya berikut ini:

    • Reklame komersial

      Reklame komersial adalah jenis reklame yang digunakan untuk kepentingan bisnis, khususnya meningkatkan penjualan untuk meraih keuntungan.

    • Reklame non komersial

      Reklame non komersial adalah jenis reklame yang digunakan untuk kepentingan non komersial, seperti menyampaikan informasi berupa ajakan atau imbauan yang ingin disampaikan. Contoh reklame non komersial adalah imbauan untuk menaati aturan perpajakan, tertib berlalu lintas, ajakan untuk donor darah, dsb.

    Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis Pemasaran Beserta Contohnya

    2. Jenis-jenis reklame berdasarkan sifat

    Berdasarkan sifatnya, reklame dibagi menjadi tiga jenis, yaitu reklame penerangan, reklame peringatan, dan reklame permintaan atau ajakan. Simak informasi selengkapnya berikut ini:

    • Reklame penerangan

      Reklame penerangan adalah jenis reklame yang bersifat informatif. Dengan kata lain, reklame penerangan berisi informasi penting yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

    • Reklame peringatan

      Reklame peringatan adalah jenis reklame yang berisi peringatan yang ingin disampaikan kepada masyarakat, seperti reklame tentang bahaya mengemudikan kendaraan saat ngantuk bagi pengguna jalan.

    • Reklame permintaan atau ajakan

      Reklame permintaan atau ajakan adalah jenis reklame yang berisi permintaan atau ajakan yang ingin disampaikan kepada masyarakat, seperti reklame yang mengajak masyarakat untuk peduli dengan lingkungan.

    Baca Juga: Metode Emotional Marketing untuk Mendapatkan Pelanggan

    3. Jenis-jenis reklame berdasarkan tempat pemasangan

    Berdasarkan tempat pemasangannya, reklame dibagi menjadi dua jenis, yaitu reklame indoor dan reklame outdoor. Simak informasi selengkapnya berikut ini:

    • Reklame indoor

      Reklame indoor adalah jenis reklame yang ditempatkan di dalam ruangan. Jenis reklame ini berukuran kecil atau sedang dan dibuat dari bahan yang tidak harus tahan air atau sinar matahari. Contoh reklame indoor adalah brosur, etiket, dan leaflet.

    • Reklame outdoor

      Reklame outdoor adalah jenis reklame yang ditempatkan di luar ruangan. Jenis reklame ini berukuran besar dan dibuat dengan bahan yang (harus) tahan air dan sinar matahari. Contoh reklame outdoor adalah baliho, spanduk, dan papan nama.

    Baca Juga: Ketahui Definisi Spanduk, Contoh serta Manfaatnya

    4. Jenis-jenis reklame berdasarkan media

    Berdasarkan medianya, reklame dibagi menjadi tiga jenis, yaitu reklame audio, reklame visual, dan reklame audio visual. Simak informasi selengkapnya berikut ini:

    • Reklame audio

      Reklame audio adalah jenis reklame yang diwujudkan dengan media suara, baik secara langsung maupun tidak langsung.

    • Reklame visual

      Reklame visual adalah reklame yang diwujudkan dengan media gambar, baik gambar bergerak maupun tidak bergerak.

    • Reklame audio visual

      Reklame audio visual adalah jenis reklame yang diwujudkan dengan media suara dan gambar.

    Baca Juga: Personal Selling: Arti, Pengertian dan Contohnya

    Contoh Reklame

    Setelah memahami jenis-jenis reklame, simak informasi mengenai contoh reklame berikut ini:

    1. Advertensi

      Advertensi adalah jenis reklame yang berbentuk gambar atau tulisan yang disebarluaskan melalui media cetak, seperti koran, majalah, tabloid, dsb.

    2. Baliho

      Baliho adalah jenis reklame yang berbentuk gambar atau foto dan dibuat menggunakan papan besar. Biasanya, jenis reklame ini diletakkan di tempat yang dapat dilihat oleh banyak orang.

    3. Brosur/Selebaran

      Brosur/selebaran adalah jenis reklame yang memanfaatkan huruf sebagai unsur utamanya dengan menggunakan media lembaran kertas. Biasanya, jenis reklame ini diberikan kepada masyarakat dengan cara menyebarkannya di jalan atau tempat tertentu yang dikunjungi oleh banyak orang.

    4. Buklet

      Buklet adalah jenis reklame yang dibuat menyerupai buku dengan jumlah halaman lebih dari dua lembar.

    5. Embalase

      Embalase adalah jenis reklame yang terdapat pada kemasan benda yang diperdagangkan atau pembungkus suatu barang. Dari penjelasan singkat tersebut dapat diketahui bahwa jenis reklame ini memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai pembungkus dan sebagai alat untuk menarik perhatian calon konsumen.

    6. Etalase/Show Window

      Etalase adalah jenis reklame yang diletakkan di bagian depan toko. Tidak jarang, jenis reklame ini diletakkan di dalam ruang kaca bersama dengan pajangan barang dagangan.

    7. Etiket

      Etiket adalah jenis reklame yang berupa nama pada suatu barang atau jasa dengan disertai keterangan lengkap dan menarik. Jenis reklame ini ditempatkan langsung bersama barang atau dicetak pada bagian pembungkus. Akan tetapi, ada juga etiket yang dicetak secara terpisah dari pembungkus.

    8. Fulder

      Fulder adalah jenis reklame yang dibuat menyerupai buku kecil atau lembaran yang dilipat dan berisi petunjuk tentang pemakaian atau penempatan barang

    9. Initial

      Initial adalah jenis reklame yang berbentuk huruf depan suatu nama (instansi, lembaga, dsb) dan berfungsi sebagai simbol atau lambang.

    10. Label

      Label adalah jenis reklame yang dipasang pada benda dan ditempel atau digantungkan sebagai cap atau merek dagang beserta harganya, sehingga jenis reklame ini tidak hanya menambah nilai estetik barang tersebut.

    11. Leaflet

      Leaflet adalah jenis reklame yang berupa gambar berbentuk barang ataupun objek dan dilengkapi dengan tulisan berisi informasi yang ingin disampaikan.

    12. Logo

      Logo adalah jenis reklame yang berupa gambar berbentuk simbol ataupun lambang dari sebuah barang maupun jasa yang ditawarkan.

    13. Mobile

      Mobile adalah jenis reklame yang biasanya diletakkan dengan cara digantung dan dapat digerakkan oleh angin atau alat penggerak khusus.

    14. Papan Nama

      Papan nama adalah jenis reklame yang ditulis pada papan (nama toko, perusahaan, sekolah, kantor, dan lain-lain). Biasanya, jenis reklame ini diletakkan di bagian depan tempat atau lokasi yang bersangkutan.

    15. Plakat

      Plakat adalah jenis reklame yang berupa gambar dalam bentuk barang atau jasa dari gambar huruf dan dicetak pada lembaran kertas.

    16. Poster

      Poster adalah jenis reklame yang berbentuk gambar atau tulisan berukuran besar. Biasanya, jenis reklame ini diletakkan di tempat umum yang sering dilalui oleh banyak orang atau mudah dilihat orang banyak.

    17. Spanduk

      Spanduk adalah jenis reklame yang berupa gambar dan huruf yang dituangkan di atas kain panjang.

    Baca Juga: Inovasi dalam Strategi Marketing Bisnis, Perlukah?

    Prinsip-prinsip Membuat Reklame

    Tidak asal-asalan, reklame dibuat dengan memperhatikan prinsip-prinsip berikut ini:

    • Komunikatif

      Artinya, reklame dibuat untuk menjembatani komunikasi antara dua belah pihak, yaitu produsen dan konsumen.

    • Memperhatikan komposisi

      Memperhatikan komposisi atau letak gambar bentuk barang atau objek dan ditata dengan baik adalah salah satu prinsip dalam pembuatan reklame.

    • Mengutamakan kesatuan

      Tidak hanya komposisi, kesatuan yang diwujudkan melalui sikap saling mendukung dan melengkapi juga tidak kalah penting.

    • Menjadi pusat perhatian

      Melalui pewarnaan yang kontras, menjadi pusat perhatian sebagai salah satu prinsip pembuatan reklame dapat dipenuhi.

    • Menggunakan font yang tepat

      Bentuk dasar font reklame dibedakan sebagai berikut:

      • Font Sans Serif disebut juga dengan huruf gundul atau huruf yang terdiri dari huruf kapital dan huruf minuskul
      • Font serif
      • Huruf yang di-styling agar berbeda dari proporsi dan bentuk huruf baku
      • Spasi huruf atau jarak antara huruf yang satu dengan yang lainnya harus seimbang

    Lantas, bagaimana cara membuat gambar reklame?

    Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Vendor dan Fungsinya dalam Bisnis

    Langkah-langkah Membuat Gambar Reklame

        1. Siapkan alat dan bahan

          Sebelum membuat gambar reklame, siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan lebih dulu.

        2. Atur komposisi

          Setelah menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan, atur komposisi agar tidak berantakan. Komposisi reklame mengedepankan letak susunan bentuk barang atau objek yang akan digambar.

        3. Gambar bentuk barang atau objek reklame

          Gambarlah bentuk barang atau objek reklame yang akan dibuat.

        4. Atur pewarnaan yang sesuai

          Langkah terakhir dalam membuat reklame adalah pewarnaan. Atur pewarnaan yang sesuai agar reklame yang dibuat mampu membuat orang tertarik untuk melakukan pesan yang disampaikan. Oleh sebab itu, pilih beberapa warna yang mencolok, namun dengan tetap memperhatikan komposisi agar tidak berlebihan.

    Penutup

    Demikian penjelasan tentang pengertian reklame (apa yang dimaksud dengan reklame), pengertian reklame menurut para ahli, fungsi reklame, tujuan reklame, apa ciri-ciri reklame yang baik, jenis-jenis reklame, contoh reklame, serta apa yang dimaksud dengan reklame komersial dan apa yang dimaksud dengan reklame non komersial

    Secara singkat, reklame adalah media yang digunakan untuk menyampaikan informasi secara singkat kepada banyak orang secara berkelanjutan, baik menggunakan teks, audio, maupun visual (gambar). Tujuan dibuatnya reklame dapat dibedakan berdasarkan pengadaannya, yaitu untuk tujuan komersial dan untuk tujuan non komersial. Keduanya, memiliki pengertian dan target yang berbeda.

    Jika kamu tertarik menggunakan reklame sebagai salah satu strategi pemasaran bisnismu, pastikan untuk memahami terlebih dulu serba-serbi reklame yang sudah dibahas secara lengkap di atas. Jangan lupa siapkan budget yang memadai agar reklame bisa dibuat sesuai keinginan. Nah, kalau butuh informasi tambahan seputar bisnis dan ekonomi secara umum, tidak perlu bingung. Tambah wawasanmu dengan membaca berbagai artikel di sini!

    Tunggu apa lagi? Jangan ragu untuk memulai langkahmu sebagai seorang entrepreneur. Dengan berbagai fitur menarik yang bisa kamu maksimalkan, majoo siap menemani setiap langkahmu dalam dunia bisnis. Saatnya berlangganan sekarang!

     

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    18 Contoh Surat Lamaran Kerja dan Jenis nya 2022 Terbaru
    Mengambil inspirasi dari contoh surat lamaran kerja dapat dilakukan untuk memastikan kemungkinan diterima kerja lebih tinggi. Namun, perhatikan jenisnya!
    Freelancer adalah: Contoh dan Tips Menggeluti Profesi Ini
    Dunia Internet mendorong manusia untuk selalu beradaptasi. Saat ini banyak orang mencari cara menjadi freelancer. Freelancer adalah tenaga kerja lepas yang bekerja secara mandiri.
    Beragam Jenis Laporan Keuangan untuk Bisnismu
    Selain laporan keuangan laba rugi, apa saja jenis laporan keuangan yang kamu ketahui? Apakah kamu tahu pengertian laporan keuangan?
    Peran Penting Strategi Customer Relationship dalam Bisnis
    Customer relationship adalah strategi untuk menjaga hubungan baik antara pihak pemilik bisnis dan konsumen. Hal ini penting bagi perkembangan bisnis.