Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Shipping adalah: Pengertian, Jenis, dan Tips

    Istilah shipping pertama kali digunakan dalam pengiriman barang melalui jalur laut

    Apakah kamu pernah mendengar istilah shipping? Pastinya kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah tersebut, apalagi bagi kamu yang mempunyai bisnis online shop tentu mafhum dengan istilah shipping.

    Shipping kerap dikaitkan dengan kegiatan pengiriman barang atau pesanan dalam bisnis online shopping. Lantas apa definisi shipping hingga tips mengirimkan barang untuk pertama kali? Simak lebih lengkapnya di artikel ini, ya!

    Apa Itu Shipping?

    Definisi shipping adalah suatu bagian penting dalam suatu rantai persediaan yang berfungsi  untuk  menyiapkan  dan  mengirimkan  barang  ke  pemesan atau konsumen. Fungsi shipping adalah membuat aktivitas pengiriman barang menjadi lebih efektif dan efisien, baik dari sisi biaya, kecepatan waktu pengiriman dan ketepatan waktu.

    Secara umum shipping merupakan persiapan pengiriman fisik barang dari gudang ke tempat tujuan yang disesuaikan dengan dokumen pemesanan dan pengiriman. Untuk kondisi pengirimannya pun disesuaikan dengan persyaratan penanganan barangnya.

    Meski shipping artinya pengiriman secara umum, namun istilah ini awalnya digunakan untuk pengiriman barang melalui jalur laut.

    Akan tetapi, saat ini istilah shipping telah mengalami perluasan makna, sehingga shipping juga mencakup pengiriman barang menggunakan transportasi udara dan darat.

    Proses shipping akan melalui serangkaian langkah, mulai dari proses pembuatan hingga pengemasan barang. Setelah itu, barang-barang pesanan yang akan dikirim, nantinya akan dikendalikan dari perusahaan shipping maupun logistik.

    Baca Juga: Memahami Pengertian dan Tugas Logistik dalam Rantai Pasokan

    Apa Itu Shipper?

    Definisi shipper adalah pengirim atau seseorang yang meminta untuk melakukan pengiriman melalui jasa ekspedisi.

    Definisi shipper menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah orang yang mengirim atau orang yang menyuruh untuk menyampaikan barang. Dapat ditarik kesimpulan bahwa istilah shipper merujuk kepada seseorang yang meminta pengiriman kepada jasa ekspedisi dan orang yang mengirim barang tersebut mendapat istilah sopir atau kurir.

    Baca Juga: Ekspedisi adalah Perjalanan Menjelajahi Dunia? Bukan, dong!

    Definisi Shipping dalam Dunia Online Shop

    Adanya perkembangan teknologi, istilah shipping sudah sering digunakan pada bisnis online shop. Di dunia online shop, shipping artinya suatu proses pengiriman barang yang dilakukan dari penjual ke pembeli.

    Dengan makin populernya istilah shipping di dunia online shop, maknanya menjadi kian sederhana dan lebih spesifik sehingga kamu dapat menggunakan istilah tersebut serta mengenalinya dengan mudah.

    Baca Juga: Apa itu Globalisasi? Memahami Arti Hingga Dampak Globalisasi

    Shipping di Dunia Bisnis Ekspor dan Impor

    Pada awalnya shipping hanya digunakan untuk aktivitas ekspor dan impor. Namun kini sudah mengalami pergeseran makna menjadi lebih umum untuk digunakan.

    Shipping pada kegiatan ekspor dan impor diartikan sebagai pengiriman barang melalui laut, darat, dan udara.

    Shipping melalui jalur laut memang lebih fleksibel. Hal ini karena muatan yang diangkut jauh lebih banyak dibandingkan jalur udara atau darat. Perihal tarif, kamu tak perlu khawatir karena shipping menggunakan jalur laut relatif lebih murah sehingga cocok untuk para pelaku bisnis.

    Arti shipping saat ini mengalami perluasan makna yaitu pengiriman barang melalui jalur darat dan udara.

    Jenis Kapal Shipping (Sea Freight Transport) yang Perlu Diketahui

    Seperti yang telah dijelaskan di atas tadi bahwa shipping yang sangat fleksibel adalah shipping yang menggunakan jalur laut. Hal itu karena terdapat banyak pilihan kapal shipping. Jenis kapal shipping tersebut, antara lain:

    1. Kapal Kargo Curah

    Kapal kargo curah adalah salah satu jenis kapal laut yang sering digunakan untuk shipping. Muatan barang yang diangkut oleh kapal ini berupa bahan-bahan curah atau lebih dikenal dengan istilah bulk carrier.

    Jenis kapal laut ini yang paling banyak beroperasi dan mobilitasnya sangat tinggi karena mengangkut hasil pertambangan serta kehutanan yang tidak memerlukan kontainer.

    2. Kapal Kargo Umum

    Jenis kapal shipping selanjutnya adalah kapal kargo umum. Jenis kapal ini untuk mengangkut kargo, seperti karung, curah, hingga kontainer.

    Kapasitas kapal kargo umum ini adalah 5.000 dwt hingga 25.000 dwt. Berbeda dengan kapal kargo curah, kargo umum ini mempunyai twin decker. Oleh karena itu kapal ini sangat multifungsi untuk mengangkut berbagai jenis muatan.

    3. Kapal Kontainer

    Jenis kapal satu ini untuk mengangkut kontainer atau peti kemas yang berisi berbagai macam barang. Kapal kontainer digunakan untuk shipping ekspor yang pengiriman produknya memerlukan pengemasan.

    Kapal kontainer ini biasanya dimiliki oleh pengusaha ekspedisi dalam bidang ekspor dan impor atau pengiriman barang lokal jalur laut.

    4. Kapal Tanker

    Jenis kapal satu ini didesain khusus untuk mengangkut minyak atau material lain yang memungkinkan. Kapal ini tidak dapat digunakan untuk mengirimkan barang lainnya karena kapal ini memiliki protokol keamanan tersendiri.

    Protokol keamanan tersebut dibuat karena barang muatan kapal ini cukup berbahaya. Apabila tidak hati-hati dapat menyebabkan kerugian yang fatal.

    Kapal tanker ini dibagi menjadi beberapa jenis lho, seperti kapal tanker minyak digunakan untuk mengangkut minyak, kapal tanker kimia (chemical tanker) digunakan untuk mengangkut bahan kimia, dan lain sebagainya.

    Baca Juga: Ketahui Definisi, Fungsi, dan Contoh Surat Jalan Barang

    Proses Penyerahan Barang Shipping Ekspor dan Impor

    Proses penyerahan barang pada proses shipping yang telah disepakati disebut FOB (Free on Board). FOB ini dilakukan sebelum pembayaran antara eksportir dan importir.

    Eksportir dan importir memiliki kewajiban masing-masing atas barang yang dijual dan dibeli. Dalam perdagangan internasional terdapat dua jenis FOB yang sangat berkaitan dengan ongkos kirim, yaitu:

    1. Free on Board (FOB) Shipping Point

    Free on Board (FOB) Shipping Point adalah barang yang dikirimkan oleh eksportir telah sepenuhnya menjadi milik importir saat barang tersebut naik ke kapal dari pelabuhan asal eksportir.

    Bisa disimpulkan bahwa setelah barang masuk kapal yang akan menuju ke pelabuhan tujuan, tanggung jawab sepenuhnya diberikan kepada pihak importir.

    2. Free on Board (FOB) Destination Point

    Dalam Free on Board (FOB) Destination Point bahwa barang baru akan menjadi milik importir ketika barang tersebut sudah tiba di pelabuhan pihak importir sehingga selama dalam perjalanan menuju pelabuhan, barang tersebut masih milik eksportir.

    Baca Juga: Memahami Pengertian dan Tugas Logistik dalam Rantai Pasokan

    Dokumen Penting Saat Shipping Barang Bisnis Ekspor dan Impor

    Dalam kegiatan bisnis ekspor dan impor terdapat beberapa dokumen yang harus dilengkapi agar kamu sebagai pihak eksportir dapat melakukan shipping kepada klien di luar negeri. Dokumen-dokumen tersebut, antara lain:

    • Resi gudang
    • Resi mualin
    • Bill of lading
    • Faktur
    • Packing list
    • Manifest
    • Storage plan

    Baca Juga: Kegiatan Distribusi: Tujuan, dan Manfaatnya dalam Bisnis

    Apa Saja yang Harus Dikenali dari Perusahaan Shipping?

    Dalam bisnis e-commerce atau yang lainnya, kamu mungkin ingin memotong biaya dengan menangani pengiriman barang secara mandiri. Namun, seiring dengan berkembangnya bisnis yang kamu jalani, kamu tidak lagi dapat menangani pengiriman barang tersebut sendirian dan pastinya akan mempekerjakan perusahaan pengiriman dan logistik.

    Saat ini sudah banyak sekali perusahaan penyedia jasa pelayanan shipping. Sebelum kamu menggunakannya, sebaiknya carilah terlebih dahulu informasi lengkap mengenai perusahaan tersebut. Informasi yang perlu kamu ketahui adalah sebagai berikut:

    1. Biaya Pengiriman

    Dasar perhitungan biaya pengiriman terbagi menjadi dua  yaitu volume (m3) dan berat (kg). Perhitungannya tergantung dari jenis barang yang kamu kirim.

    2. Cara Collection (Door to Door atau Port to Port)

    Informasi selanjutnya yang perlu kamu ketahui adalah barang yang akan kamu kirim diambil oleh pihak penyedia jasa atau kamu yang harus membawa barang ke pihak penyedia jasa. Apabila barang diambil oleh penyedia jasa, akan ada biaya tambahan untuk collection fee. Besarnya biaya ini tergantung pada jarak kota dan lokasi penyedia jasa.

    3. Biaya-biaya Lainnya

    Dari shipping fee yang ditawarkan penyedia jasa, kamu dapat menanyakan secara detail terkait biaya pengiriman sampai di tujuan atau ada tambahan lainnya.

    Pasalnya terdapat beberapa biaya tambahan lainnya seperti biaya bongkar muatan, biaya double packing, dan lain sebagainya. 

    Tips Sebelum Melakukan Shipping Barang untuk Pertama Kali

    Apabila kamu baru pertama kali menjadi seorang shipper, berikut ini terdapat beberapa tips mudah yang bisa kamu lakukan agar pengalaman pertama mengirimkan barangmu tidak merepotkan.

    1. Ketahuilah Jasa Shipping Barang di Indonesia

    Sebelum mengirim barang, sebaiknya kamu research terlebih dahulu jasa pengiriman barang yang ada di Indonesia. Pilihlah produk pengiriman yang cocok denganmu.

    2. Ketahui Produk yang Ditawarkan Jasa Pengiriman

    Pada umumnya jasa pengiriman memiliki produk pengiriman satu hari sampai (same day service), besok sampai (next day service), reguler (tarif kirim barang standar dengan estimasi sampai 2-4 hari), ekonomis (tarif kirim barang ekonomis dengan estimasi sampai 3-5 hari), dan pengiriman cargo LTL (pengiriman dengan menggunakan trucking dengan estimasi sampai 3-7 hari).

    Setelah kamu mengetahui beberapa macam produk yang ditawarkan dari jasa pengiriman barang tersebut, kamu bisa menentukan produk yang sesuai dengan kebutuhanmu. Kamu tinggal memilih pengiriman yang cepat sampai tujuan hingga biaya kirim yang ekonomis.

    3. Ketahui Cara Packing Barang

    Packing barang merupakan hal yang mudah untuk dilakukan, asalkan kamu teliti dan mengetahui jenis barang yang kamu akan kirim. Untuk packing barang membutuhkan beberapa material, seperti bubble wrap, karton plastik pembungkus, kardus, ataupun stirofoam untuk barang yang tidak tahan banting.

    Cara untuk membungkusnya pun mudah, kok! Sangat disarankan jangan sampai ada ruang kosong yang tersisa agar barang tidak mudah goyang atau tumpah. Untuk barang yang tidak tahan banting disarankan untuk menggunakan kayu box, stirofoam dan bubble wrap agar barang aman dan tidak rusak.

    4. Ketahui Cara Menulis Alamat Pengiriman dengan Benar

    Fungsi dari alamat pengiriman, agar barang sampai sesuai dengan alamat yang dicantumkan pemesan. Penulisan alamat pengiriman yang benar juga akan memudahkan kurir dalam mencari alamat pemesan. Sebaiknya di alamat pengiriman, kamu mencantumkan nomor handphone-mu dan milik pemesan. Apabila terjadi sesuatu masalah dengan paket tersebut, antara kamu dan pemesan dapat dihubungi.

    5. Carilah Pengiriman yang Dekat dengan Lokasi Rumah

    Agar lebih mudah dalam mengirimkan barang, carilah jasa ekspedisi yang dekat dengan rumahmu. Apabila paket yang akan kamu kirim terlalu berat, kamu pun tidak kerepotan dalam membawanya ke jasa ekspedisi.

    Kesimpulan

    Shipping adalah kegiatan pengiriman barang dari penjual ke pembeli. Dalam bisnis ekspor dan impor, istilah shipping ini sudah dikenal terlebih dahulu dengan pengertian pengiriman barang ke luar negeri melalui jalur laut.

    Untuk kamu yang memiliki bisnis, pasti kamu memerlukan aplikasi yang membantumu dalam operasional bisnis. Kamu bisa menggunakan aplikasi majoo, lho!

    Aplikasi majoo adalah aplikasi wirausaha online yang memiliki banyak fitur penting agar para pebisnis mudah dalam menjalankan segala operasional bisnisnya.

    Salah satu fitur yang bisa kamu gunakan adalah fitur toko online. Fitur ini sudah terintegrasi dengan website yang dilengkapi dengan berbagai pilihan pembayaran online dan kurir pengiriman. Fitur toko online pun terintegrasi dengan semua marketplace besar, seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak. Dengan menggunakan fitur ini, inventori akan otomatis tersinkronisasi dari semua channel penjualan. Wah, sungguh mudah, bukan?

    Tunggu apalagi, upgrade level bisnismu sekarang juga menggunakan aplikasi majoo!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    11+ Faktor Keberhasilan Wirausaha yang Wajib Dimiliki!
    Faktor keberhasilan wirausaha tidak terbatas pada modal uang saja, sehingga dibutuhkan adaptasi, inovasi, dan sikap wirausaha untuk mengembangkan usaha.
    Valuasi adalah: Pengertian dan Cara Menghitungnya
    Valuasi adalah perhitungan nilai sebuah perusahaan dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Besar maupun kecil, valuasi menjadi hal yang sangat penting.
    Fair Value adalah: Tujuan dan Cara Menghitung
    Nilai Wajar atau Fair Value adalah alat yang sangat berguna untuk membantu pengguna memahami keuangan perusahaan, terutama situasi keuangan saat ini.
    Daftar UMKM Online: Syarat dan Manfaatnya
    Daftar UMKM online bisa dilakukan dengan praktis. Manfaatnya antara lain agar mudah mengembangkan usaha dan untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.