Table of Content

    Modal dan Strategi Bisnis Cafe Kekinian

    Menjamurnya bisnis cafe membuat kamu harus memiliki strategi khusus agar dapat menjaring konsumen dan pelanggan setia.

    Istilah “ngafe yuk” atau “ngopi-ngopi cantik” menjadi populer di beberapa tahun belakangan ini. Bisa dibilang budaya orang Indonesia yang gemar berkumpul di warung kopi berpindah ke cafe atau coffee shop. Utamanya para masyarakat urban.

    Dibidik dari kacamata pelaku usaha, ini adalah momentum untuk mengeruk cuan.

    Pasalnya, bisnis cafe menyasar pasar dengan rentang usia yang lebar. Mulai dari anak sekolahan sampai lansia.

    Mulai dari para introvert yang butuh pojokan me-time, pekerja milenial yang hobi buka laptop sambil menyesap cappucino, ibu-ibu arisan yang rumpi-rumpi dibalut kata ‘ngopi cantik’, anak sekolah yang merasa keren minum americano ala drama Korea, bahkan keluarga kecil yang ingin merekatkan bonding sambil makan bersama di cafe.

    Tuh! Betapa menjanjikannya, kan?

    Buat kamu yang terbersit niatan ingin membuka bisnis cafe, ayo sini baca artikelnya sampai akhir, ya.

    Baca Juga: Mengenal Pengertian Bauran Pemasaran untuk Praktik Bisnis 

    Pahami Fungsi Cafe Terlebih Dahulu

    Kita luruskan dahulu ya perbedaan cafe dan coffee shop alias kedai kopi.

    Coffee shop biasanya menyajikan suguhan-suguhan berbasis kopi sebagai primadonanya.

    Biasanya, coffee shop diampu oleh barista yang andal dan memahami seluk-beluk kopi. Tak hanya piawai meracik kopi enak, ia juga memiliki pengetahuan luas dan bisa mengedukasi konsumen mengenai kopi.

    Sedangkan cafe tentu lebih luas. Menyajikan menu yang lebih beragam. Mulai dari kopi, kudapan, sampai makanan berat. Namun, beberapa coffee shop juga ada yang melengkapi layanannya dengan camilan ringan yang cocok disantap bersama kopi.

    Berdasarkan Otten Coffee, ada beberapa fungsi dari pendirian coffee shop yang kami rasa perlu diketahui sebagai landasan bangunan bisnis:

    Sarana edukasi yang hangat. 

    Sejatinya, coffee shop dibangun atas dasar komunikasi yang cair antara barista, crew, dan pembelinya. Barista bisa bercerita tentang asal kopi yang ia roasting, pengunjung bisa melihat proses meracik kopi.

    Lebih jauh dari itu, coffee shop pun bisa menjadi tempat yang nyaman untuk berdiskusi antarpengunjung atau lokasi yang tepat untuk melakukan lobi-lobi bisnis secara informal.

    Tempat untuk menjalin pertemanan. 

    Sudah bukan rahasia lagi, cafe atau coffee shop sering jadi sasaran meeting point untuk sepasang muda-mudi yang sedang pendekatan.

    Pun menjadi lokasi yang sempurna untuk reuni kecil, atau pertemuan rutin dengan teman dekat agar bisa berbincang suasana nyaman dan hangat.

    Rumah untuk bersenang-senang

    Ya, kumpul-kumpul dengan teman satu ‘geng’ memang lebih asyik di cafe atau coffee shop. Tak jarang sebuah cafe dijadikan markas dan rutin disambangi oleh sekelompok orang.

    Alasannya beragam mulai dari lokasi yang di tengah-tengah dari semua member ‘geng’ sampai kursi empuk yang bisa diduduki oleh banyak member. Intinya satu: bersenang-senang.

    Baca Juga: Ide Bisnis Kreatif dan Unik yang Minim Pesaing

    4 Alasan Mengapa Bisnis Cafe Menjanjikan

    Jika kamu masih ragu untuk memulainya, kami paparkan alasan bisnis cafe memang layak untuk dijalankan.

    Punya pasar yang luas. 

    Seperti yang sudah disinggung di atas bahwa konsumen cafe benar-benar lintas usia. Mulai dari anak sekolah sampai lansia.

    Omzet harian yang mudah diraih. 

    Omzet meningkat pada saat libur dan akhir pekan. Namun demikian, hari biasa juga cafe banyak dikunjungi orang yang datang untuk bekerja sambil ngopi. Asyik, bukan?

    Menu simpel. 

    Tak seperti restoran, cafe biasanya menyajikan menu sederhana saja seperti macam-macam kopi dan non-kopi, camilan, dan makanan berat yang mudah dibuat. Karena kalau mau kenyang, restoran nasi padang lebih tepat, bukan?

    Syaratnya: tempat nyaman. 

    Ini kuncinya. Selama kamu bisa mendesain cafemu senyaman mungkin, sudah bisa dipastikan pengunjung akan senang datang. Jika diikuti dengan kualitas kopi dan makanan, wah siap-siap membludak.

    Baca Juga: Menghitung Pertumbuhan Bisnis Tahunan Menggunakan CAGR

    Bisnis Cafe Kekinian Butuh Modal Berapa?

    Bicara modal, ini relatif sekali. Tapi begini, Majoopreneurs. Untuk membuka bisnis cafe kekinian kecil-kecilan, setidaknya kamu membutuhkan biaya untuk beberapa item ini. Kami kutip rinciannya dari Telepot Co-Kitchen sebagai berikut:

    1. Biaya untuk menyewa tempat (durasi: 1 tahun): Rp8.000.000,-
    2. Biaya untuk perabotan ruangan (meja, kursi, dll.): Rp1.000.000,-
    3. Biaya operasional (gaji pegawai, listrik, air): Rp4.000.000,-
    4. Biaya untuk peralatan memasak: Rp2.000.000,-
    5. Biaya untuk perlengkapan makan (piring, gelas, sendok, dll.): Rp1.000.000,-
    6. Biaya untuk membeli bahan baku awal: Rp3.000.000,-

    Biaya tersebut hanyalah gambaran kasar dan standar yang mungkin harus kamu siapkan. Jika ditotalkan sekitar Rp19.000.000.

    Kalau kamu membayangkan bisnis cafe kekinian yang ingin dibangun lebih besar dan mewah, tentu harus menyiapkan modal lebih besar lagi.

    Minimal modal Rp200 juta, bisnis cafe kekinian bisa diprediksikan balik modal selama 6 bulan.

    Jika kamu membuka cafe di halaman rumah milik sendiri tentu jauh lebih murah, namun desain cafe adalah yang menjadi magnet penarik konsumen. Jadi butuh di-touch-up!

    Apalagi jika kamu memilih bisnis cafe dengan sistem franchise, butuh setidaknya ratusan juta untuk bisa memulainya.

    Apapun pilihannya, modal yang kuat tentu diperlukan agar cafe milikmu jadi menarik dan nyaman dikunjungi.

    Omzet Bisnis Cafe Kekinian

    Gambaran omzet bisnis cafe kekinian bisa kita lihat dari paparan Teddie Dian Patria pemilik Kedai Kopi yang menjamur di Yogyakarta.

    Dalam uraiannya di laman bisnisukm.com, Teddy merincinya sebagai berikut.

    Rata-rata omzet/bulan                                : Rp100.000.000

    Bahan baku (40%)                                   : Rp40.000.000

    Laba kotor                                                 : Rp 60.000.000

    Biaya operasional (rata-rata)

    Gaji pegawai                                             : Rp9.250.000

    Overhead                                                  : Rp3.000.000

    Sewa tempat                                            : Rp2.500.000

    Langganan internet                                     : Rp750.000

    Operasional IT                                          : Rp3.250.000

    Biaya penyusutan alat                                : Rp2.500.000 (diambil rata-rata)

    Operasional lainnya                                    : Rp5.000.000

    TOTAL                                                        Rp26.000.000

    Laba bersih: Rp34.000.000

    BEP alias balik modal: 5,8 bulan/ 6 bulan.

    Bagaimana, makin tertarik?

    Baca Juga: Food and Beverage adalah Prioritas Pemerintah: Kenapa? 

    Pilihan Desain Cafe Kekinian yang Diminati

    Oke, jika kamu sudah memiliki ketertarikan dalam bisnis cafe kekinian dan modal yang cukup, mari kita lihat desain cafe seperti apa yang sedang digandrungi pasar.

    Ingat sekali lagi, ya, bahwa bisnis cafe itu kuncinya ada 3: tempat nyaman, makanan enak, dan pelayanan hangat.

    Oleh karena yang pertama kali dilirik konsumen adalah desain cafe, maka kamu perlu cermat dalam memilihnya.

    Desain Cafe Industrial

    Menurut Forbes, gaya cafe industrial berkembang di abad 19. Pabrik-pabrik kuno terlantar banyak yang diubah fungsinya tanpa mengubah struktur bangunan.

    Desain cafe industrial memberikan kesan unfinished pada suatu ruangan yang Menggunakan warna-warna monokromatik dengan kesan lebih maskulin.

    Material yang dipakai pun biasanya menggunakan bahan-bahan daur ulang seperti kaca, besi dan aluminum.

    Kesan ‘sudah dipakai dan berumur’ namun terlihat tetap modern dan sangat urban sekaligus adalah cirinya.

    Pilih furnitur yang tepat maka kesan hangat tetap bisa didapatkan.

    (Sumber: Pinterest)

    Desain Bata Ekspos

    Pernah melihat cafe dengan dinding bata merah yang polos begitu saja tanpa diaci?

    Nah, desain cafe ini masih termasuk desain industrialis namun mengekspos bagian dindingnya yang sama-sama unfinished menggunakan bata.

    Bata yang digunakan bisa bata merah terakota atau bata yang dicat putih. Batu bata yang menonjol memberikan kesan ‘oldies’ yang keren.


    (Sumber: Pinterest)

    Desain Cafe Organik

    Nah, buat kamu yang gemar dengan tanaman, kamu bisa meletakkan tanaman hijau pada cafemu.

    Pastikan peletakan tanaman dalam cafe di beberapa spot saja untuk menghindari kesan ‘hutan’ yang terlalu rimbun.

    Pilih tanaman yang bisa tetap tumbuh di dalam ruangan, ya. Agar tanamannya lebih terekspos, pilih cat ruangan dengan warna netral seperti putih atau krem.


    (Sumber: Pinterest)

    Desain Cafe Vintage

    Vintage memang selalu bisa merebut hati. Ambience yang hangat dan ramah menjadi ciri dari desain cafe ini.

    Pilih desain kursi yang ‘jadul’ dan bantal kursi warna-warni yang empuk.

    Ini seakan mengajak konsumen tak hanya duduk dan menyesap kopi, melainkan juga melayangkan memorinya pada masa yang menyenangkan dalam hidupnya.


    (Sumber: Pinterest)

    Desain Cafe Kayu

    Kayu memberikan nuansa tenang dan menyenangkan. Sejuk namun tetap hangat.

    Kamu bisa mengaplikasikan kayu di berbagai jenis furniture sampai dinding. Lantai pun bisa kamu buat dengan parket dan pola kayu.

    (Sumber: Pinterest)

    Desain Cafe Take Away

    Desain cafe kekinian yang cocok sekali untuk kamu yang ingin punya cafe dengan lahan terbatas.

    Kamu hanya tinggal mendesain dapur cafe dan kursi-kursi kecil di depannya.

    Jangan lupa sertakan menu di depannya, ya. Konsep take away berarti konsumen bisa mendapatkan pesanannya dengan cepat dan tak ingin berlama-lama.

    (Sumber: Pinterest)

    Desain Cafe Outdoor

    Konsep cafe kekinian outdoor sedang happening! Mungkin masyarakat urban sudah merasa ‘bosan’ dengan keterkungkungan mereka di gedung tempatnya bekerja.

    Siapkan bean bag dan lampu-lampu cantik agar suasana malam makin temaram dan romantis.

    Oiya, siapkan area indoor juga sebagai antisipasi jika hujan tiba-tiba turun dan konsumen bisa pindah agar tetap bisa menikmati suasana cafe.

    (Sumber: Pinterest)

    Desain Cafe Negative Space

    Desain cafe ini mengusung line yang clean, simple, dan terang. Pilih satu warna dominan yang lembut dan konsisten di tiap furnitur dan dekorasinya.

    Konsep desain cafe jenis ini menyediakan ‘ruang napas’ karena kesannya yang lega.

     

    (Sumber: coccoffeeco.com)

    Waktunya Belanja Peralatan Cafe

    Anggaplah modal, tempat, dan desain sudah ditentukan. Kini waktunya kamu belanja peralatan utama jika ingin membuka cafe atau coffee shop.

    Dikutip dari laman gobiz.co.id, berikut adalah peralatan yang harus kamu lengkapi di cafemu agar bisa mulai beroperasi.

    1. Mesin penggiling kopi (coffee grinder). 

    Alat paling utama yang harus Anda punya jika Anda hendak membuka coffee shop. Racikan kopi enak dan sempurna lahir dari proses penggilingan yang berkualitas.

    2. Drip coffee maker. 

    Alat ini membantu menyeduh kopi dengan cara terbaik. Di beberapa varian ada yang bisa menyeduh 12 cangkir kopi secara bersamaan waktu tunggu pelanggan tak terlalu lama.

    3. Moka pot. 

    Moka pot sering disebut sebagai espresso kompor. Moka pot punya tiga bagian yakni: wadah penyimpanan air, bagian tengah berfungsi sebagai filter, dan bagian penyimpanan kopi bubuk.

    4. Mesin kopi espresso. 

    Senjata para barista untuk membuat espresso si biang kopi. Berapapun harga mesin espresso yang kamu beli, pastikan barista yang mengoperasikannya benar-benar mumpuni.

    5. Peralatan untuk memasak. 

    Selain kopi, kunci bisnis cafe yang ramai pengunjung adalah camilan dan makanan lezat. Siapkan peralatan masak yang lengkap. Apalagi jika skala cafemu cukup besar, sesuaikan ukuran dan kapasitasnya.

    6. Wadah untuk memasak. 

    Panci stockpot, panci penggorengan, panci wok, panci braiser, dan juga panci untuk menumis sayuran.

    7. Peralatan untuk memanggang. 

    Oven, toaster, gas torch flame gun, dan grill roaster. Jangan lupa persiapkan perlengkapan lainnya seperti arang, kuas, penjepit makanan, spatula, dan alumunium foil.

    8. Peralatan penyimpan makanan. 

    Agar bahan selalu segar dan terjaga kualitasnya, sediakan kulkas, freezer, dan showcase cooler.

    9. Peralatan penyimpan air. 

    Misalnya dispenser galon, teko, dan juga termos sangat diperlukan.

    10. Silverware. 

    Peralatan makan yang terbuat dari stainless steel atau logam. Misalnya piring, mangkuk, sendok makan, sendok teh, sendok untuk es/kopi, sendok sup, sendok besar, serving spoon, sendok gula, garpu, dan pisau steak

    11. Glassware. 

    Peralatan dari kaca bening, biasanya terdiri dari gelas bertangkai, gelas tidak bertangkai, serta cangkir (untuk minum teh dan kopi)

    12. Blender. 

    Banyak menu minuman yang disajikan dengan cara diblender terlebih dahulu. Pastikan memiliki beberapa blender untuk minuman dan memproses makanan.

    13. Peralatan kebersihan. 

    Misalnya sapu, dustpan (pengki), mop holder, window washer, botol sprayer, wiper karet, sikat lantai, alat pel, kop toilet, kemoceng, dll.

    14. Pendingin udara. 

    Seperti air conditioner (AC) atau kipas angin.

    15. Peralatan keamanan.

    Misalnya CCTV beserta seperangkat layar dan perekamnya.

    16. Peralatan kasir. 

    Sekarang sudah banyak peralatan kasir yang hanya bermodalkan ponsel dan alat printer kecil serta dioperasikan dengan aplikasi. 

     Meski bisnis cafe bisa dibilang cukup menjanjikan, jangan lupa untuk mengatur modal dan terapkan strategi yang baik agar tidak terjebak viral sesaat.

    Strategi Bisnis Cafe yang Sukses

    Jika cafemu sudah siap beroperasi, maka kita lanjut ke langkah berikutnya yaitu strategi pemasaran cafe.

    Ada langkah jitu agar bisnis cafemu sukses dan ramai pengunjung.

    Lokasi strategis. 

    Dirikan cafe di dekat dengan perkantoran, kampus, sekolah, atau lokasi yang menjadi pusat kegiatan. Atau sekalian di lokasi yang jauh dari keramaian namun yang ini harus gencar pemasarannya.

    Konsep cafe yang unik dan fotogenik. 

    The power of selfie sering kali mendatangkan cuan. Buat konsep yang berbeda dan desain cafe yang keren jika dipajak di media sosial.

    Cita rasa yang meninggalkan kesan. 

    Buat nama menu yang menarik dan membuat penasaran untuk dicoba. Namun pastikan rasanya enak di lidah dan membuat ketagihan. Jika ada menu baru, beri sampel pada pengunjung dan mintakan pendapatnya.

    Media sosial andalan. 

    Foto yang keren dan engagement tinggi di media sosial adalah cara terbaik untuk promosi. Jangan lupa mintakan pada pengunjung untuk mention akun media sosial cafemu pada postingan mereka.

    Rajin promosi dan diskon. 

    Buat promo-promo lucu dan menarik, misalnya potongan khusus buat yang berulang tahun, untuk pasangan yang datang, dan loyal member.

    Pelayanan bersahabat. 

    Jadikan cafe milikmu sebagai rumah kedua bagi siapapun yang mengunjunginya. Ciptakan komunikasi yang cair antara barista, crew cafe, dan konsumen. 

    Hafalkan nama konsumen dan kebiasaannya. Tawarkan kenyamanan bagi mereka adalah trik agar mereka selalu datang layaknya pulang ke rumah.

    Kesimpulan

    Pada akhirnya membuat bisnis cafe memang butuh banyak persiapan selain juga membutuhkan modal yang kuat.

    Karena kadang modal juga digunakan untuk biaya konsultasi dengan para desainer cafe, untuk membuat proposal bagi para investor, dan biaya marketing lain melalui iklan.

    Namun demikian, kabar baiknya adalah bisnis cafe kelihatannya belum menunjukkan tanda-tanda surut. Malah makin banyak yang mencarinya, mulai dari kelas cafe sederhana sampai yang mewah.

    Mari, sambil ngopi di cafe favoritmu, lanjutkan membaca artikel yang sudah majoo siapkan untukmu. 

    Jangan lewatkan momentum baik ini untuk menciptakan cuan. Di balik cafe yang nyaman ada aliran cuan. Itu prinsipnya, kamu setuju?

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Kenali Apa Itu CV ATS Friendly
    CV ATS Friendly adalah CV yang secara otomatis dapat disortir melalui sebuah aplikasi yang disebut ATS. Lalu, bagaimana membuat CV ATS Friendly yang baik?
    NPV adalah: Rumus, Contoh, dan Cara Menghitung
    Tidak hanya bermanfaat untuk menganalisis untung rugi, perhitungan NPV juga akan sangat membantu dalam menyusun perencanaan keuangan perusahaan.
    Bisnis Proposal atau Proposal Bisnis? Mana yang Benar?
    Apa itu bisnis proposal? Apakah sama dengan proposal bisnis? Sebelum membuatnya, pahami pengertian dan ciri-ciri proposal bisnis lebih dulu.
    Bank Digital adalah Kebutuhan Masyarakat Saat Ini. Kok Bisa?
    Bank digital adalah transformasi layanan perbankan dari luring menjadi daring. Kemunculannya semakin marak di Indonesia. Mau jadi nasabahnya?