Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Brand Equity adalah Value Penting Suatu Merek, Apa Iya?

    Brand equity juga dipengaruhi oleh persepsi dan customer experience.

    Pada dasarnya, brand equity adalah kekuatan dari suatu merek. Dengan adanya merek yang kuat, suatu perusahaan bisa melakukan manajemen yang baik pada berbagai aspeknya, meningkatkan arus kas, memperluas target market, menentukan harga, melakukan pembatasan biaya iklan, dan lain sebagainya.

    Namun, masih banyak pebisnis yang masih awam tentang pengertian dari brand equity ini. Daripada kamu makin penasaran dengan brand equity hingga cara membangunnya, yuk, simak artikel berikut ini!

    Apa Itu Brand Equity?

    Perlu kamu ketahui bahwa pengertian brand equity adalah nilai lebih yang dimiliki suatu perusahaan dibandingkan dengan kompetitornya. Brand equity juga dipengaruhi oleh persepsi dan customer experience.

    Membangun brand equity merupakan hal yang penting dan perlu diperhatikan bagi pebisnis karena pasti setiap perusahaan akan berusaha untuk memiliki ekuitas merek yang positif. Jika suatu perusahaan milikmu memiliki brand equity yang unggul, customer juga percaya terhadap produk yang dibuat perusahaanmu.

    Konsumen akan memilih produk dari brand milikmu dibandingkan produk dari kompetitor dan mereka rela membayar produk atau jasa yang bisnismu tawarkan dengan harga yang tinggi meskipun mereka bisa mendapatkan hal yang sama dari brand lain.

    Pengertian Brand Equity Menurut Para Ahli

    Ada beberapa pendapat mengenai pengertian brand equity berdasarkan para ahli, berikut ini adalah penjelasannya.

    David Aaker

    Menurut David Aaker, brand equity adalah penggambaran value yang diakui dan dimiliki oleh suatu brand. Dari gagasan tersebut diketahui bahwa brand yang kuat memiliki reputasi lebih sukses.

    David Aaker juga menyebutkan bahwa brand equity adalah serangkaian aset dan kewajiban merek yang ditautkan menggunakan nama dan simbol merek. Tentunya hal ini akan menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh suatu produk atau layanan.

    Philip Kotler dan Keller

    Dalam bukunya yang berjudul Marketing Manajemen, Philip Kotler dan Keller menjabarkan mengenai pengertian ekuitas merek. Pada chapter 11 di dalam buku tersebut, Kotler dan Keller mengungkapkan pengertian brand equity.

    Menurut Kotler dan Keller, pengertian brand equity adalah nilai tambah yg diberikan pada produk dan layanan. Ini dapat tercermin dalam cara konsumen berpikir, merasakan, dan bertindak sehubungan dengan merek, harga, target market, dan profitabilitas brand suatu perusahaan.

    Tjiptono

    Pengertian brand equity menurut Tjiptono adalah serangkaian aset dan kewajiban merek yang terkait dengan sebuah merek, nama , dan simbolnya. Keterkaitan ini akan menambah atau mengurangi nilai yang diberikan sebuah produk atau jasa kepada perusahaan dan atau customer perusahaan tersebut.

     

    Brand equity adalah kekuatan dari suatu merek. 

    Fungsi Brand Equity

    Besarnya brand equity value bagi perusahaan dipercaya mampu meningkatkan keberhasilan pemasaran dalam menarik banyak konsumen baru maupun pelanggan lama. Oleh karena itu, terdapat beberapa fungsi brand equity bagi perusahaan, antara lain:

    1. Untuk Bertahan di Tengah Persaingan

    Ketika suatu merek mendapatkan kepercayaan besar dari para pelanggannya, tentu menjadikannya tahan terhadap persaingan yang ada. Contoh brand equity dalam kasus ini adalah begitu banyaknya brand smartphone yang bermunculan, iPhone dan Samsung masih menjadi brand yang paling diminati oleh konsumen.

    Hal tersebut menunjukkan besarnya pengaruh brand equity terhadap loyalitas konsumen. Jadi, jika bisnismu memiliki brand equity yang kuat, kamu tidak perlu lagi khawatir akan bertambahnya pesaing baru.

    2. Membuat Customer Retention Meningkat

    Customer retention adalah cara untuk membuat customer kembali membeli produk dari bisnismu (repeat order). Repeat order ini terjadi ketika ada kepuasan dan pengalaman positif yang mampu meyakinkan para konsumen bahwa produk keluaran lain dari brand-mu sama bagusnya.

    Jadi, jangan heran jika ada seseorang pengguna iPhone yang juga membeli produk Apple lainnya, seperti MacBook, iPad, dan iMac.

    3. Membentuk Loyalitas Konsumen

    Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa pengaruh brand equity terhadap loyalitas konsumen bernilai positif. Pernyataan ini berarti kesetiaan konsumen terbentuk atas kepercayaan pada nilai dari brand tersebut sehingga konsumen mengesampingkan perihal harga.

    Atas dasar keyakinan tersebut, konsumen menerima kenaikan harga yang ditawarkan oleh brand. Mereka percaya bahwa kenaikan harga tersebut akan sebanding dengan kualitasnya.

    4. Untuk Memperkuat Eksistensi Perusahaan

    Demand dan loyalitas pelanggan yang terus meningkat tentunya membawa dampak besar bagi perusahaan. Karena itu, fungsi brand equity lainnya yaitu untuk memperkuat eksistensi perusahaan.

    Supaya produk atau layanan yang ditawarkan perusahaan ke konsumen tetap unggul dari pesaingnya, akan lebih baik lagi jika perusahaan terus berinovasi.

    Baca juga: Memahami Sekilas Tentang Customer Journey

    4 Dimensi Brand Equity

    Salah satu hal yang paling sulit dilakukan ketika meningkatkan brand equity adalah menjaga stabilitas kepercayaan customer dalam jangka panjang. Karena itu, terdapat 4 dimensi brand equity dalam bisnis. Elemen brand equity adalah hal-hal yang dapat memengaruhi pembeli untuk melakukan pembelian pada suatu merek. Penjelasan keempat brand equity adalah sebagai berikut.

    Brand Awareness

    brand awareness merupakan tingkat pengenalan konsumen terhadap merek. Dalam tahap ini, konsumen akan dibuat lebih mengenali produk dari suatu merek. Ketika konsumen sudah akrab terhadap produk, diharapkan mereka akan membeli produk tersebut.

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan brand awareness ini kepada konsumen, misalnya memberikan free trial, sponsorship, event marketing, dan melakukan product placement di beberapa tempat.

    Jika kamu masih baru dalam merintis bisnismu, kamu bisa meningkatkan brand awareness dengan membuat website, membuat akun di media sosial, atau menulis blog dengan topik dari produk pada bisnismu.

    Brand Association

    Brand association merupakan tahap membuat produk kamu melekat di benak, pikiran, dan hati customer. Asosiasi merek ini bisa berupa nama, logo, atau konsep yang berhubungan dengan pengalaman ketika seseorang berinteraksi dengan produk tersebut.

    Contoh dari asosiasi merek ini seperti kamu ingin membeli air mineral, brand yang pertama kali muncul di benak kamu adalah Aqua. Pasalnya, aqua sendiri merupakan terjemahan dari air, sehingga untuk mengingatnya tentu tidak terlalu sulit.

    Brand dengan ekuitas yang tinggi bisa terjadi ketika memiliki asosiasi yang positif dari konsumen. Brand yang diposisikan dengan tepat akan terlihat kompetitif dan atraktif di mata konsumennya.

    Perceived Quality

    Selain menggunakan strategi, sebagai pebisnis kamu juga perlu memberikan kesan pada konsumen terhadap produk yang sudah kamu tawarkan kepada mereka. Kamu perlu mengetahui apa mereka puas atau kecewa terhadap produkmu dan cari tahu alasannya agar kamu bisa memperbaiki kualitas produksi untuk ke depannya. Perceived quality ini berhubungan dengan produk atau layanan untuk mendapatkan kesan positif dari konsumen sehingga kamu perlu memperkuat kualitas dan customer experience.

    Brand Loyalty

    Brand loyalty merupakan persepsi positif di benak konsumen pada produk tertentu. Persepsi ini akan menciptakan loyalitas, sehingga konsumen akan terus membeli dan menggunakan produk yang sudah kamu produksi.

    Brand loyalty mengacu pada kesetiaan konsumen terhadap produk dari suatu merek. Ketika merek sudah mencapai tahap ini, konsumen akan susah beralih ke produk lain. Jika kamu launching produk baru, konsumen dengan senang hati memilih brand kesayangan mereka daripada produk baru yang kompetitor tawarkan.

    Baca juga: Benarkah Brand Identity adalah Ciri Khas Merek Tertentu? 

    Indikator Brand Equity

    Menurut Soehadi (2005) bahwa brand equity dapat diukur berdasarkan 7 indikator, yakni:

    • Leadership, kemampuan suatu merek untuk memengaruhi pasar, baik harga maupun atribut nonharga.
    • Stability, kemampuan suatu merek untuk mempertahankan loyalitas pelanggannya.
    • Market, kekuatan merek untuk meningkatkan kinerja toko atau distributor.
    • Internationality, kemampuan merek untuk keluar dari area geografisnya; masuk ke negara atau daerah lain.
    • Trend, merek menjadi semakin penting dalam industri.
    • Support, besarnya dana yang dikeluarkan untuk mengomunikasikan merek.
    • Protection, merek yang mempunyai legalitas.

    Baca juga: Brand Image: Pengertian, Contoh, dan Indikatornya 

    Cara Membangun Brand Equity

    Brand equity adalah sesuatu yang perlu diusahakan oleh suatu merek dalam bisnis. Tanpa usaha apa pun, cukup sulit mendapatkan brand equity yang baik. Berikut ini beberapa cara atau langkah brand equity untuk menjadi lebih kuat, antara lain:

    1. Buatlah Produk yang Kuat

    Kamu harus tahu pertanyaan yang paling dasar ketika ingin membuat produk yang unggul dari kompetitor, misalnya Siapa orang yang akan membeli produk dari brand milikmu? Mengapa mereka membutuhkan produk yang kamu buat? Apa yang membuat customer mengingat brand-mu?

    Pastikan kamu bisa menjawab pertanyaan di atas sebelum meluncurkan produk. Anggaplah brand milikmu itu sebagai manusia yang harus memiliki beberapa kriteria di bawah ini.

    Persona, representasi target audiens yang diincar. Mencakup demografis, perilaku, dan lain-lain.

    Brand story, kisah mengenai sebuah merek, mulai dari sejarah, tujuan, value, dan lain sebagainya.

    Persona dan brand story yang kuat dan sesuai target market akan mengakrabkan konsumen dengan brand. Kita bisa mempelajari contoh brand equity Apple.

    2. Uji Coba Produk ke Target Market

    Apakah produk kamu bisa menjawab kebutuhan target market?

    Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut dengan melakukan product testing. Ini hal yang wajib kamu lakukan sebelum meluncurkan suatu produk. Bahkan perusahaan sekelas Apple juga melakukan product testing, lho!

    Apple memiliki tim khusus untuk product tester. Selain itu, Apple juga menawarkan kepada publik untuk menjajal software versi beta pada semua produknya dengan bergabung ke Apple Seed.

    Dengan melakukan uji coba, kamu akan mendapat banyak kritik dan saran untuk me-review produk yang akan kamu tawarkan ke pasar. Pastinya, perbaikan ini mampu mengantisipasi adanya bad customer experience serta kegagalan produk.

    3. Lakukan Strategi Marketing yang Efektif

    Dengan cara apa produk kamu bisa menjangkau customer? Bagaimana cara meyakinkan customer bahwa brand milikmu adalah pilihan yang terbaik?

    Ini mungkin memang tugas yang harus dijalankan oleh tim marketing.

    Terapkan strategi marketing yang tepat untuk memasarkan brand milikmu. Pikirkan bagaimana cara yang efektif untuk menjangkau pelanggan karena setiap bisnis memiliki pendekatan yang berbeda yang sesuai dengan jenis industri dan target pasarnya.

    Jalankan strategi marketing yang efektif untuk menjangkau ketepatan target konsumen. Pilihlah media untuk melakukan promosi serta buatlah penawaran dan promo untuk menarik minat pembeli. 

    4. Tingkatkan Customer Experience

    Cara membangun brand equity selanjutnya yaitu membangun customer experience yang mengesankan. Pengalaman ini mencakup produk dan pelayanan kepada customer.

    Dengan meningkatkan customer experience, brand equity juga akan terjaga. Apalagi jika didukung dengan review positif serta kekuatan word of mouth yang membuat brand milikmu akan dipercaya oleh konsumen.

    Baca juga: 3 Komponen yang Menjadikan Kualitas Pelayanan Excellent

    Contoh Brand Equity pada Beberapa Merek Terkenal

    Penasaran produk apa yang memiliki brand equity bagus? Berikut ini contoh brand equity dari beberapa merek yang sudah terkenal di pasar.

    Starbucks

    Brand kedai kopi asal Amerika ini sukses membuka gerainya di beberapa negara. Di Indonesia, Starbucks terhitung memiliki 440 gerai yang tersebar luas di beberapa wilayah.

    Starbucks berhasil menggaet target pasarnya di Indonesia. Meskipun mereka menjual minuman dengan harga mulai dari Rp40.000, tapi banyak orang tetap lebih memilih Starbucks dibanding kedai kopi lain dengan harga yang lebih murah. Bahkan, banyak di antaranya menjadi konsumen loyal. Lantas, mengapa ini terjadi?

    Tentunya ada banyak faktor yang memengaruhinya, salah satunya karena eksistensi brand. Starbucks sendiri memiliki selling point yang bagus. Tidak hanya menjual kopi, mereka juga ‘menjual’ kenyamanan berupa tempat bertemu bagi komunitas. Inilah yang menjadikannya Starbucks lebih unggul dibanding kompetitor.

    Coca-Cola

    Apa yang akan pertama kali kamu sebut ketika ingin membeli minuman bersoda? Pasti merek Coca-Cola, bukan? Pasalnya, Coca-Cola merupakan minuman soda paling populer di dunia.

    Coca Cola juga terkenal sangat iconic dengan marketing campaign yang unik. Bahkan Coca-Cola sudah bisa mengganti penyebutan minuman bersoda dengan Coca-Cola.

    Penutup

    Berdasarkan penjelasan di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa brand equity adalah nilai tambah yang diberikan pada produk dan layanan dari suatu merek. Brand equity yang tinggi menjadi impian para pebisnis karena mampu mendatangkan banyak sekali keuntungan yang berakhir pada meningkatnya nilai keuntungan pada perusahaan.

    Nah, untuk membantu kamu dalam menghitung profit bisnis, kamu bisa menggunakan aplikasi majoo.

    Aplikasi kasir online all in one yang memiliki banyak fitur laporan keuangan tersebut adalah majoo. Dengan menggunakan aplikasi ini, kamu bisa membuat berbagai laporan keuangan, seperti laporan perubahan modal, secara lebih mudah dan cepat.

    Hal ini dibuktikan melalui ribuan pebisnis di Indonesia yang telah menggunakan aplikasi majoo untuk membantunya mencapai tujuan finansial.

    Aplikasi majoo memiliki fitur akuntansi yang menyediakan lebih dari 30 jenis laporan keuangan. Selain itu, aplikasi majoo juga mempunyai berbagai fitur menarik yang mudah untuk digunakan, dapat membantu segala operasional bisnis, dan dapat diakses secara fleksibel.

    Yuk, gunakan aplikasi majoo sekarang juga! Upgrade level bisnismu seperti #majoopreneurs lainnya!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.