Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Divestasi adalah Kebalikan Investasi, Pahami di Sini!

    Salah satu tujuan divestasi adalah untuk normalisasi aset.

    Kamu mungkin sudah tidak asing mendengar istilah investasi, bukan? Tapi, apakah kamu jika ada istilah yang merupakan kebalikan dari investasi ini? Istilah tersebut yaitu divestasi. Istilah satu ini memang kurang populer jika dibandingkan dengan investasi, padahal divestasi merupakan kegiatan yang sangat umum dilakukan di dunia bisnis. Kamu sebagai pengusaha wajib memahami kebalikan dari investasi ini, lho!

    Supaya kamu lebih memahami divestasi ini, yuk, baca artikel ini sampai selesai, ya! 

    Definisi Divestasi

    Divestasi adalah sebuah aktivitas bisnis untuk pengurangan dari sebuah aset yang dimiliki baik secara finansial maupun dalam bentuk barang.

    Pengertian divestasi bisa disebut sebagai penjualan bisnis yang dimiliki oleh suatu perusahaan untuk membuat asetnya dibeli oleh pihak lain dengan penawaran harga paling tinggi. Divestasi adalah aktivitas bisnis yang dilakukan suatu perusahaan untuk mengurangi asetnya agar bisa mendapatkan keuntungan besar di masa depan. Walaupun mempunyai arti untuk mengurangi aset, bukan berarti divestasi merugikan, sebab investor tetap akan mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar.

    Melakukan divestasi adalah salah satu cara yang paling tepat agar investor tidak mengalami kerugian yang lebih besar dan bisa mendapatkan pendapatan.

    Tujuan Divestasi

    Ada beberapa tujuan divestasi ini, meskipun tujuan awalnya memang untuk mendapatkan profit dalam jumlah yang besar, tapi hal itu bukanlah satu-satunya tujuan. Berikut ini beberapa tujuan yang perlu kamu tahu tentang tujuan dan manfaat divestasi.

    1. Normalisasi Aset

    Dalam sebuah aset terdapat sebuah tanggungan biaya tambahan. Biaya tambahan ini mirip seperti biaya operasional yang mencakup biaya perawatan aset, biaya untuk pajak, dan beberapa biaya tambahan lainnya. Untuk menghindari terjadinya pengeluaran biaya yang lebih besar lagi, investor melakukan kegiatan divestasi ini.

    Dengan melakukan kegiatan divestasi atau pengurangan aset, investor juga akan mendapatkan sebuah profit yang besar. Selain itu, investor juga tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan guna mengurus aset yang dimilikinya.

    2. Mengurangi Beban Kerugian

    Tujuan kedua divestasi yaitu sebagai bentuk pencegahan untuk mengurangi beban dari kerugian yang mungkin terjadi. Tujuan ini dikatakan sebagai sebuah pencegahan karena dalam sebuah bisnis, tidak semua hal berjalan seperti yang diinginkan, bukan?

    Ada banyak sekali kemungkinan yang bisa terjadi pada saat menjalankan bisnis termasuk pada saat melakukan investasi. Demi menghindari hal yang tidak pernah diharapkan terjadi, kegiatan divestasi ini pun dilakukan. Dengan demikian, para investor bisa terhindar dari penanggungan biaya kerugian yang tidak diinginkan pula.

    3. Efisiensi Profit dalam Jangka Waktu yang Panjang

    Setiap investor yang melakukan investasi tentunya memiliki keinginan untuk untuk bisa memperoleh profit yang optimal. Untuk bisa mendapatkan profit yang optimal tersebut membutuhkan sebuah pengorbanan. Dalam hal ini pengorbanan yang dilakukan yaitu dengan melakukan divestasi. Investor perlu melakukan pengurangan aset demi mendapatkan profit dari aset yang sudah dimilikinya sebelumnya.

    Dalam melakukan divestasi juga tidak bisa sembarangan, karena sebelum investor memutuskan untuk melakukan divestasi, mereka sudah melakukan sebuah pertimbangan. Mereka membutuhkan sebuah perhitungan yang matang terkait besarnya risiko yang akan mereka tanggung pada saat melakukan divestasi.

    Solusi agar investor tidak mengalami kerugian yang lebih besar dan bisa mendapatkan pendapatan yaitu dengan melakukan divestasi. 

    Metode Divestasi

    Dalam melakukan divestasi ada berbagai metode yang digunakan. Metode-metode divestasi, antara lain:

    1. Metode Penjualan

    Metode penjualan merupakan divestasi yang sering dilakukan, karena mencakup penjualan divisi atau unit bisnis ke perusahaan lain. 

    2. Metode Spin-Off

    Dalam metode spin-off, perusahaan induk mengubah sebuah divisi menjadi entitas yang terpisah. Entitas ini yaitu unit usaha lain yang masih satu buku akuntansi dengan perusahaan induk. Lewat metode spin-off, saham entitas ini akan dibagikan kepada pemegang saham di perusahaan induk.

    Metode spin-off dan penjualan memiliki perbedaan, yakni:

    Pada metode penjualan, perusahaan mendapatkan dana tunai sedangkan pada metode spin-off tidak mendapatkan dana tunai.

    Pada metode spin-off pemegang saham awal dari divisi yang dipisahkan tetap sama dengan pemegang saham perusahaan induk sedangkan pada metode penjualan pemegang sahamnya berbeda.

    3. Metode Carve-Out

    Pada metode carve-out, perusahaan induk mengubah sebuah divisi menjadi entitas yang terpisah. Dalam metode carve-out, saham entitas dijual ke masyarakat. Jadi, pemegang saham bukan hanya pemilik saham pada perusahaan induk di awal, tapi ditambah masyarakat yang membeli saham entitas.

    4. Metode Tracking Stock

    Metode tracking stock bertujuan untuk menelusuri kinerja divisi tertentu dalam suatu perusahaan. Contohnya, pembagian dividen yang jumlahnya tergantung pada kinerja divisi tersebut. Divisi yang memiliki tracking stock tetap menjadi bagian dari perusahaan induk, walaupun sahamnya diperdagangkan secara terpisah dengan perusahaan induk.

    Baca juga: Shareholder adalah Pemegang Saham, Apa Jenis dan Haknya? 

    Dampak Divestasi Bagi Perusahaan

    Dengan melakukan divestasi, tentunya berdampak pada perusahaan tersebut. Inilah dampak yang dirasakan perusahaan ketika melakukan divestasi.

    Rebalancing Neraca Keuangan

    Ketika suatu perusahaan melakukan divestasi lini bisnis usaha, perusahaan juga menyerahkan sejumlah nilai aset kepada pembeli lini bisnis usaha tersebut, sehingga aset perusahaan akan berkurang.

    Utang yang dibawa perusahaan pun akan berpindah tangan kepada perusahaan lain yang membeli lini bisnis tersebut. Namun, jika ada pernyataan dalam kontrak antara kedua belah pihak terkait utang lini bisnis. 

    Perusahaan Kehilangan Potensi Pendapatan

    Perusahaan yang melakukan divestasi akan kehilangan potensi pendapatan di masa depan. Perusahaan hanya akan mendapatkan uang dari hasil divestasi berupa penjualan. Selain itu, kemungkinan utang perusahaan juga berkurang, tapi otomatis pendapatan dari lini bisnis yang dijual tidak akan didapatkan lagi.

    Baca juga: Pengertian, Manfaat, dan Resiko Investasi

    Dampak Divestasi Bagi Investor

    Strategi divestasi adalah strategi yang dapat memunculkan dampak langsung dan tidak langsung bagi investor. Berikut ini dampak divestasi bagi investor. 

    Pengembalian Dana Investasi

    Dampak divestasi adalah modal investasi milik investor dapat kembali dalam jangka waktu pendek. Begitu investor memutuskan untuk melepas aset, dia akan menerima uang yang diinvestasikannya di awal. Akan tetapi, cara ini tidak selamanya baik, karena jika ingin uang tersebut berputar menjadi profit, investor harus mencari instrumen investasi lainnya.

    Pengurangan Pendapatan

    Investor biasanya akan memperoleh pendapatan rutin berupa dividen atau return setiap periode tertentu. Akan tetapi, saat mereka melakukan divestasi, mereka akan kehilangan salah satu sumber passive income.

    Hilangnya Hak atas Sebuah Perusahaan

    Dampak divestasi selanjutnya yaitu hilangnya hak atas sebuah perusahaan. Saat melakukan penanaman modal, seorang investor akan mendapat bagian dari kepemilikan perusahaan. Akan tetapi, saat modal tersebut dijual, otomatis investor juga akan kehilangan kepemilikannya.

    Potensi Redistribusi Kekayaan

    Dampak divestasi yang ditanggung investor yaitu adanya potensi redistribusi kekayaan. Maksudnya, hasil keuntungan dari aset yang terjual dapat dimanfaatkan untuk aktivitas produktif lainnya sehingga mampu menghasilkan keuntungan kembali. Akan tetapi, kamu perlu memastikan analisis divestasi yang kamu lakukan sangat akurat sehingga benar-benar menghasilkan profit.

    Baca juga: Pasar Modal adalah …? Wah, Kenapa Kita Harus Tahu, ya?

    Contoh Divestasi

    Di Indonesia, kegiatan divestasi dapat dijumpai pada perusahaan besar dengan berbagai tujuan. Beberapa contoh divestasi yang pernah dilakukan perusahaan di Indonesia adalah sebagai berikut. 

    PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM)

    PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang tambang tanah air yang melakukan penjualan 20% saham kepemilikannya kepada PT Dairi Prima Mineral di tahun 2018. Langkah ini diambil agar keuangan perusahaan tersebut semakin kuat dan bisa lebih fokus pada bisnis inti perusahaan. 

    Standard Chartered Bank (StanChart)

    Standard Chartered Bank (StanChart) menjual saham kepemilikan senilai 45% kepada Bank Permata di tahun 2019. Penjualan saham kepemilikan ini bertujuan untuk memperoleh modal lebih besar.

    Baca juga: 9 Contoh Investasi Jangka Pendek yang Wajib Diketahui 

    Penutup

    Sebenarnya, divestasi mampu memberikan keuntungan yang sama dengan investasi, walaupun masing-masing aktivitas tersebut dikerjakan pada kondisi yang berbeda. Divestasi adalah salah satu strategi efisiensi biaya yang perlu dipelajari pebisnis dan investor. Apabila nanti perusahaan perlu mengurangi beban biaya, bisa mempertimbangkan divestasi sebagai salah satu solusinya.

    Perlu diperhatikan bahwa aktivitas divestasi yang dilakukan oleh suatu perusahaan akan berdampak langsung pada penerimaan kas dan dampak ini akan terjadi dalam jangka pendek. Perusahaan yang melakukan divestasi secara umum akan mencatat hasil penjualannya. Nilai dari penjualan ini dapat meningkatkan laba dalam laporan keuangan.

    Pelaku UMKM yang ingin meningkatkan kinerja bisnisnya, tapi terkendala modal, dapat mengajukan pinjaman di aplikasi majoo capital. Bersama majoo, UMKM akan mendapatkan pembiayaan usaha instan tanpa agunan dan bisnis pun bisa berkembang tanpa batasan.

    Tidak perlu mencemaskan besaran bunga karena bunga yang dibebankan pada kamu akan disesuaikan dengan risiko usaha, sekitar 6-18%. Proses pengajuan pinjaman termasuk mudah dan cepat karena bisa dilakukan secara online. majoo capital juga sudah memperoleh izin dari OJK, jadi aman dan terpercaya.

    Anda bisa memulai pengajuan pinjaman dengan berkunjung ke tautan ini.

    Tertarik? Yuk, Upgrade level bisnismu sekarang, tinggalkan cara lama, dan mulai #langkahmajoo mu!

    Pertanyaan Terkait

    • Perusahaan melakukan strategi divestasi yaitu untuk normalisasi aset, mengurangi beban kerugian, dan efisiensi profit dalam jangka waktu yang panjang.
    • Dampak divestasi bagi perusahaan yaitu rebalancing neraca keuangan dan perusahaan kehilangan potensi pendapatan.

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Kwitansi adalah: Pengertian, Contoh, Format
    Kwitansi adalah bukti pembayaran yang sah dari sebuah transaksi. Dalam bisnis, ternyata ada berbagai jenis dan contoh kwitansi yang biasa digunakan.
    Kliring adalah: Pengertian, Mekanisme, Jenis, Contoh
    Kliring adalah metode pemindahan uang dari satu rekening ke rekening lain kepada yang berhak dan menunggu 2-3 hari kerja setelah proses kliring diajukan. 
    Kenalan dengan Cloud Computing dan Fungsinya Bagi Bisnis
    Dalam dunia bisnis, kehadiran cloud computing adalah sebuah gerakan peralihan ke sistem kerja yang lebih praktis, efisien, dan terkomputerisasi.
    Apa Iya Micro Influencer adalah Andalan Pemasaran Digital?!
    Bagi yang belum tahu, micro influencer adalah salah satu andalan untuk menjamin berhasilnya kegiatan pemasaran digital. Kok, bisa?! Simak, yuk!